Hari-hariku semakin disibukkan dengan persiapan konser SUJU. Dan aku semakin dekat dengan Donghae-Oppa. Kami sering sekali SMSan, makan bareng, teleponan, dan kadang hanya ngobrol dengan dotemani 2 cangkir hot chocolate.
Dia sangat perhatian padaku. Selalu mengingatkan aku untuk tidak lupa makan, untuk tidak tidur malam-malam dan berbagai macam perhatian lainnya. Dan kata Sungmin-Oppa, sepertinya dia menyukaiku.
Bagaimana aku bisa dekat dengan Sungmin-Oppa?Haha. Ya tentu saja karena Donghae-Oppa. Sungmin-Oppa tiba-tiba mengirimku sebuah SMS yang mengucapkan selamat karena aku berhasil membuat Donghae-Oppa senang setiap kali pulang ke dorm. Ya. Semenjak saat itu kami sering SMSan untuk membahas tentang Donghae-Oppa. Terkadang kami juga sering makan bareng. Tentu saja Donghae-Oppa lah subyek cerita kami. Tapi akhir-akhir ini Sungmin-Oppa mulai menceritakan tentang dirinya. Ya. Dia sedang jatuh cinta. Bukan. Bukan denganku. Tapi dengan sepupuku Song Ang Gun. Jadi sekalian timbal balik gitu haha.
Hari yang dinanti pun tiba. Saatnya konser itu diadakan. Tentu saja aku deg-degan. Ini kali pertamanya aku mengurus sebuah event yang sangat besar. Tapi aku percaya dengan semua usaha keras selama ini, pasti hasil yang tercapai nanti akan sangat baik.
Karena aku seorang EO yang baik, kubelikan Oppadeul minuman penambah energi supaya mereka semua semangat.
“Sungmin-Oppa! Ini kuberikan untukmu. Ayo Hwaiting!”
“Gomawo, MiHae.Masih sisa satu itu untuk siapa?”
“Untuk Donghae-Oppa. Apakah kau melihatnya. Akhir-akhir ini aku merasa dia menghindariku. Dia tak menjawab telponku. Kalau di SMS jawabnya singkat-singkat.”
“Iyakah? Tadi aku melihatnya. Yaa aku sadar dia juga akhir-akhir ini sedikit temperamen dari biasanya. Apalagi sama aku. Udah seperti singa melihat mangsanya”
“Apa dia sedang ada masalah?”
“Ngg, gatau. Eh itu dia! Sana kau berikan!”
Aku menoleh. Aku melihat Donghae-Oppa sedang keluar ari ruang ganti. Akupun segera menyusulnya. AH, dia terlihat sangat ganteng hari ini. Yaa menurutku sih dia selalu ganteng. Haha
“Donghae-Oppa!”
Tidak ada jawaban
“Donghae-Oppa”
Tidak ada jawaban. Ih, kenapa sih dia? Aku pun berlari nan menepuk pundaknya
“Donghae-Oppa. Aku punya ini untukmu. Semoga sukses yaa hari ini? Hwaiting!”
Dia menatapku. Sangat dingin. Bukan seperti Donghae-Oppa yang biasanya. Ada apa ini? Apakah aku melakukan kesalahan?
“Lebih baik kau menjauh dariku mulai dari sekarang.”
Deg. Ada apa ini? Kenapa tiba-tiba seperti ini? Apa yang telah aku lakukan?
“Apakah aku melakukan sebuah kesalahan, Oppa?”
“Aniyo. Aku cuma ingin kau menjauh dariku” ucapnya sambil berlalu pergi.
Ada apa ini? Aku merasa tidak melakukan kesalahan. Tapi kenapa begini? Aku memang sudah merasa dia menjauhiku semenjak latihan 5 hari yang lalu. Waktu itu latihan seperti biasa dan aku memang selalu datang ketika mereka berlatih. Saat sedang istirahat, aku ngobrol dengan Sungmin-Oppa dia sangat senang karena Ang Gun membalas SMSnya. Jadi aku memang sama sekali tidak ngobrol dengan Donghae-Oppa. Tapi, masa karena hal itu saja? Pasti ada yang lebih mendalam lagi.
Selama konser itu Donghae-Oppa sama sekali tidak menyapaku. Melihatpun tidak. Rasanya aku pengen nangis tapi tidak bisa karena aku harus profesional. Aku bingung haus bagaimana. Aku kirimkan SMS tidak dibalas olehnya.
Apa aku harus menyerah dan mengikuti kemauannya?
No comments:
Post a Comment