Cast :
• Choi Mihae
• Lee Donghae
• Song Wheena
• Kang Yena
• Kim Eunhyi
• Lee Aeri
• Super Junior, SHINee, SNSD, f(x), DBSK
Mihae’s POV :
I wanna love you I can’t leave without you~
“Arasseo, baby. Ireonaeyo” ucapku mengangkat telepon
Hah. Sudah saatnya aku bangun dari tidurku yang hanya sebentar ini. Hanya 2 jam. Bayangkan! 2 jam ! Rasanya seperti kau baru saja memejamkan mata dan kau sudah dipaksa untuk bangun.
“Ne~ Aku bangun kok ini. Ini mau ke kamar mandi. Aniyo~ Jjinjaro. Ah~Arasseo arasseo... Iyaaa, chagi-ah...Ne~saranghae~”, ucapku melanjutkan pembicaraanku dengan pacarku dan segera menuju kamar mandi
Lee Donghae. Anggota Super Junior itu sudah menjadi pacarku selama lebih dari 2 tahun ini. Ya tentu saja kami diam-diam. Kami sama-sama artis binaan SM Entertainment. Memang sih grupku baru saja debut selama 2 tahun. Tapi, aku sudah training di SM selama 6 tahun.
Aku bertemu dengannya sebenarnya sudah dari lama. Dari sejak aku training dan dia baru sekitar 3 tahunan debut. Waktu itu aku diperkenalkan oleh guru dance kami. Dia mengajak Donghae, Eunhyuk, Sungmin, dan Shindong untuk memperlihatkan pada kami bagaimana dance yang baik. Saat itu aku masih biasa saja, karena aku memang sebenarnya tidak gampang suka dengan seseorang. Sepulangnya dari latihan, kami makan malam bersama. Tapi aku menyusul karena aku harus mengambil titipan di SM building. Ketika aku sampai di restaurant tempat kami makan, tempat duduk yang kosong hanya disebelahnya. Dan yaa, dari sana kami berkenalan, bertukar nomor ponsel. Pada awalnya aku hanya menganggapnya sebagai Oppa. Oppa yang bisa mendengarkan ceritaku, tapi lama-lama perasaan kami menuntut lebih dari sekedar hubungan Oppa dan dongsaengnya. Akhirnya kami memutuskan untuk pacaran.
Cara dia menembak sebenarnya lucu. Saat itu sedang SM Concert di Thailand. Ketika kami mengucapkan selamat tinggal pada fans sambil menyayikan lagu ‘Beat It’ milik Michael Jackson. Dia mendatangiku dan berbisik ‘Kita pacaran ya?’ aku hanya menoleh dengan bingung sambil melihat sosoknya yang sedang joget-joget menuju Yunho-Oppa. Sesampainya di backstage aku menghampirinya dan menanyakan apa maksudnya, lalu dia berkata dia ingin menjadi pacarku. Ya memang malam sebelumnya, kami memang sudah membahas tentang perasaan kami masing-masing melalui telepon. Dan tentu saja aku mengiyakan.
You can count on me like 1 2 3 i’ll be there~
“Ne, Eonni, aku turun sekarang.” Jawabku singkat.
Ya. Dia adalah Song Wheena. Personil Immortal, grup kami. Grup kami ini terdiri dari aku (lead dance), Song Wheena sebagai leader, Kang Yena (lead vocal) , Kim Eunhyi (vocal & rapper) , dan Yoon Aeri (rapper) . Hari ini memang kami akan bersama-sama dengan artis SM lainnya menuju New York untuk mengadakan konser SM Town disana.
Akupun keluar dari lift yang membawaku ke parkiran. Kulihat disana managerku, Jang Kumsaek-Eonni sudah menungguku di depan mobil sambil melipat tangannya. Ya. Kumsaek-Eonni memang orang yang sangat disiplin tapi sangat baik. Dia selalu tidak tega memarahiku. Apalagi kalo aku sudah menunjukkan aegyoku. Ya. Aku memang master of aegyo di Immortal.
“Ppali, bogeo. Kau ini paling susah disuruh bangun pagi. Tadi Donghae sampai menelponku untuk membangunkanmu. Tapi ternyata kau sudah bangun setelah 13 kali dia menelponmu.” ucapnya
Bogeo atau fugu adalah panggilanku. Ini dikarenakan pipiku yang gembil menyerupai ikan gembung itu. Bogeo juga menjadi panggilanku diantara fans-fansku. Fans yang menyukaiku menyebut mereka dengan Bogeo-ing. Entah mengapa mereka menyebut diri mereka seperti itu. Haha.
“Mianheyo. Yaa kau tahu sendirilah kebiasaan jelekku ini Eonni. Aku juga sudah dimarahi oleh Donghae-Oppa tadi. Yang lain mana?” ucapku
“Yang lain sudah berangkat. Mereka pakai mobil besar. Karena kau dikhususkan, maka kau hari ini naik mobil kecil saja ya.”ucap Kumsaek-Eonni sambil membuka pintu mobil
“Arasseo”, ucapku sambil masuk kedalam mobil
***
“Kita sudah sampai, Mihae-ah” ucap Kumsaek-Eonni membangunkanku
“Ah ne~” jawabku masih belum sadar sepenuhnya
Akupun segera membawa barangku yang hanya 1 koper ini dan menyangklongkan tasku sambil berjalan menuju ruang check in dengan Kumsaek-Eonni disebelahku. Kulihat fans-fans kami dan fans-fans artis SM lain sudah menunggu di depan gate masuk ruang check in, kulihat ke arah samping, Tiffany SNSD juga baru datang. Ia melambaikan tangannya dan menghampiriku.
“Mihae!” ucapnya sambil mencubit pipiku. Aku memang dekat sekali dengan Tiffany-Eonni
“Ah, Eonni. Kenapa harus mencubit pipiku sih?” tanyaku sambil mengelus-elus pipiku
“Itu gerakan refleks, honey” ucapnya
Kulihat dia membawa koper yang sangat besar dan tas jinjing serta tas selempang yang menggantung di bahunya yang indah. Ia mengenakan sweater dengan gambar teddy bear berwarna merah dan hot pants jeans serta sepatu boots.
“Repot sekali sih bawaanmu” ucapku sambil tersenyum kearah fans-fans
“Jelas. Aku sengaja membawa koper yang besar karena kutahu aku akan membeli banyak barang di NY” jawabnya sambil sesekali melambaikan tangannya
“Ckck” ucapku
Aku tahu, Tiffany-Eonni memang orang yang seperti itu. Suka repot sendiri. Padahalkan memang sebenarnya tidak usah membawa barang sebanyak itu, iya kan? Atau aku yang terlalu cuek?
“Mihae-Eonni. Aku mau memberikan ini untuk bekal perjalanmu.” Ucap salah seorang fans menyerahkan tempat makan
“Waah... Apa ini ?” tanyaku menerima pemberiannya
“Itu kimbap kesukaan Eonni” jawabnya
“Ah~ Kamsahamnida. Akan kumakan dengan lahap” ucapku sambil tersenyum kearahnya dan berlalu
“Ya~ Kau tahu ? Aku kemarin melihat gaun cantiiiiiiik sekali. I wanna buy it but, YoonA melarangku” ceritanya
“Ah! Kan kan! Eonni berdua shopping aku ngga diajak” ucapku yang memang dekat dengan kedua orang itu
“Habis...Kami pikir kau sedang bersama Donghae-Oppa” jawabnya
“Kan aku sudah bilang aku dan Donghae-Oppa minggu ini belum ketemu karena latihan” ucapku
“Yaya...Mianhaeyo. Besok di NY saja, bagaimana ?” ajaknya
“Di NY aku bersamanya, Eonni” jawabku
“Yaaaah” balasnya kecewa
“DOR!” ucap seseorang mengagetkan kami
Kami menoleh. Terlihat disana 3 lelaki tampan. Yesung-Oppa yang mengagetkan kami tadi, Siwon Oppa dan Changmin-Oppa.
“Oppa! Kaget tahu!” ucapku yang memang sangat kagetan ini sambil mengelus-elus dada
“Sengajaaa~” jawab Yesung-Oppa
“Loh? Siwon-Oppa, jadinya ikut?” tanyaku
“Iyaa. Kan aku juga mau jalan-jalan ke NY.” jawabnya sedikit tidak konsen karena sedang sibuk dengan handphonenya
“Ini nih malesnya ngomong sama Siwon-Oppa. Pasti autis sama handphonenya” ucap Tiffany-Eonni
“Ya!” jawab Siwon-Oppa melotot tapi langsung sibuk lagi dengan handphonenya
“Kok tumben telat, Tiffany?” tanya Changmin-Oppa
“Tadi, aku bingung mau membawa apa. Hehe “ jawab Tiffany-Eonni
“Aku tidak ditanya?” tanyaku
“Kalau kau sih sudah jelas!” jawab Changmin-Oppa sambil memasukkan tasnya kedalam X-Ray
“Sial” ucapku sambil memasukkan tasku juga
Setelah aku mengambil tasku, aku pun langsung berjalan mencari Donghae-Oppa di ruang tunggu. Kulihat dia duduk di dekat kaca bersama dengan Hyukjae-Oppa, Minho dan Taemin. Aku pun segera menyusul kesana dan duduk disebelah Donghae-Oppa.
“Ini dia, Misse Late” ucap Hyukjae-Oppa
“Miss, Oppa, ngga pake se” ucapku sambil mengeluarkan handphoneku
“Ya!” ucapnya sambil mengacak-acak rambutku
“IH! Oppaaaa~” ucapku menarik topi Hyukjae-Oppa dan melemparnya kearah Eunhyi yang berada 3 bangku di belakang kami
“Mihaeee! Ambil!” ucapnya
“Ambil saja sendiri!” ucapku
Hyukjae-Oppa memang sudah lama suka dengan Eunhyi. Dan aku juga tahu Eunhyi juga suka dengannya. Cuma memang mereka belum memutuskan untuk pacaran seperti aku dan Donghae-Oppa juga Wheena-Eonni dan Kyuhyun-Oppa.
“Ish!” ucapnya sambil berlalu menuju Eunhyi. Kulihat dia mengambil topinya dan duduk disebelah Eunhyi yang sedang sibuk dengan laptopnya.
“Mihae-Ah. Kau melihat Aeri?” tanya Minho
“Ani~ Dia tadi berangkat duluan dari aku. Mungkin dia bersama Wheena-Eonni” jawabku
“Itu Wheena-Noona sedang bersama Kyuhyun-hyung” ucap Minho sambil menunjuk kearah Wheena-Eonni dan Kyuhyun-Oppa yang sedang berada di kios majalah
“Berarti sama Yena” ucapku
“Yena sedang bersama Yesung-Hyung tuh” ucap Minho sambil menujuk kearah kaca.
Kulihat disana Yesung-Oppa dan Yena sedang udik menempelkan muka dan tangan mereka ke kaca sambil melihat-lihat pesawat.
“Kalau begitu aku tidak tahu” ucapku
”Ah, Noona memang tidak bisa diharapkan” ucap Taemin
“Ya!Akukan memang tidak tahu!” ucapku sambil melemparkan tissue kearah Taemin
“Ngga kena wek! Hyung, aku lapar. Ayo makan!” ajak Taemin ke Minho
“Arasseo. Mihae-ah kalau kau lihat Aeri, bilang adanya aku mencarinya” ucap Minho sambil berdiri
“Apa gunanya handphone sih?” tanyaku menyindir
“Justru itu ! Handphoneku di dia. Dia mau mengecek apakah aku SMSan dengan perempuan lain atau tidak. Sudah ah. Aku juga laper. Apa kalian mau titip sesuatu?” ucap Minho
“Beliin aku sandwich dong” ucap Donghae-Oppa
“Arrasseo” ucap Minho sambil pergi merangkul Taemin
“Pacaran kok saling curiga” ucapku
“Aku dengar itu!” teriak Minho
“Kau ini, Mihae. Sama kakak sendiri.” ucap Donghae-Oppa
“Dia hanya 2 menit lebih tua dariku” ucapku sambil membuka bekal dari fansku
Ya. Minho SHINee memang kembaranku. Dia lebih tua 2 menit dariku.
“Tapi tetap saja dia Oppa untukmu. Apa itu?” ucap Donghae-Oppa
“Dapet dari fansku. Mau?” tanyaku
“Ani. Kau belum sarapan ya?” tanyanya
“Iya. Mana sempat. Kau saja baru membangunkanku jam berapa?Aku langsung mandi dan pergi” jawabku
“Jadi salahku?” ucapnya
“No. salahku.” ucapku sambil melahap kimbap untukku
“Duduk dengan siapa?” tanyanya
“Tiffany-Eonni. Kau?” ucapku
“Sungmin-Hyung...” ucapnya
“Bisa tukeran dong?” ucapku excited
“Iya.” ucapnya
“Eonni...Lihat Minho-Oppa ngga?” tanya Aeri yang baru saja datang
“Tadi dia makan dengan Taemin. Kau darimana saja sih?” ucapku sambil menyuapkan kimbap ke Donghae-Oppa
“Ituuuu nemenin Sulli nyari sikat gigi. Dia lupa” jawabnya
“Ckck. Kebiasaan si Sulli. Dia makan tadi sama Taemin. Katanya dia mencarimu. Handphonenya kau sita lagi ya?” ucapku
“Iyaa. Aku mau ngecek dia SMSan sama siapa. Habisnya daritadi check-in dia sibuk dengan handphonenya terus. Kau tahu kan aku takut mantannya masih menghubunginya?” ceritanya
“Iyaa aku tau. Eh itu sepertinya sudah mau boarding!”ucapku sambil memasukkan kimbap kedalam tasku.
Akupun bersama Donghae-Oppa dan Aeri langsung beranjak menuju boarding gate. New York i’m coming!
***
Ini sudah 4 jam perjalanan. Donghae-Oppa juga sudah pindah kesebelahku dan hari sudah gelap karena perbedaan waktu. Aku berdiri, melihat kelas bussiness yang memang diisi oleh artis SM. Kulihat paling depan Yena-Yesung Oppa sedang bermain iPad *aku yakin mereka bermain Super Junior shake*, disebelahnya Taemin dan Henry-Oppa sedang tertawa-tawa dengan Yuri-Yoona Eonni yang duduk dibelakang mereka. Sebelah Yuri-Yoona Eonni ada Tiffany-Eonni dan Sungmin-Oppa yang sedang mengobrol, dibelakangnya Eunhyi-dan Hyukjae-Oppa sedang tidur, dan disebelahnya Minho dan Aeri yang sedang diam-diaman. Akupun kembali duduk. Kutatap wajah Donghae-Oppa yang sedang serius memikirkan soal TTS yang diberikan Kyuhyun-Oppa yang duduk bersama Wheena Eonni disebelahku.
Kutatap wajahnya. Wajah yang mungkin menurut orang tidak tampan tapi sangat tampan menurutku. Hey, pernahkah kau mendengar ungkapan “I love you not because you’re handsome but you’re handsome because I love you” ? Ya. Mungkin seperti itu perasaanku sekarang. Kulihat mukanya yang serius sekali menatap TTS bahasa inggris yang tinggal 1 soal saja.
“Apa sih soalnya ?” tanyaku mendekatkan badanku
“Ini. Pair. Depannya S belakangnya S” jawabnya sambil menunjukkan TTSnya
“Shoes ?” jawabku
“Ah benar!” ucapnya sambil menuliskan SHOES di kolom yang kosong “Kyuhyun-ah. Aku bisa menjawabnya”
“Selamat ya! Ini hadiahnya” ucap Kyu-Oppa sambil menyerahkan 2 butir lolipop
“Kau mengerjakan susah-susah untuk 2 lolipop?” tanyaku
“Iyaa. Wae?” ucapnya sambil menyerahkan lolipop itu padaku
“Ckck” ucapku sambil menerima lolipop itu
“Pantatku sakit” ucapnya
“Sama” jawabku “Ah iyaa...Kemarin Omonim menelponku.”
“Jjinjaro? Apa yang Eommaku katakan?” tanyanya
“Ne. Yaa kami hanya ngobrol biasa saja. Dia menyuruhku ke Mokpo lagi. Terus aku mengobrol dengan keponakanmu si Nara. Lalu aku juga bicara dengan Donghwa-Oppa. Yaa~ begitulah” jawabku sambil memainkan lolipopku
“Oh.”, jawabnya singkat
Aku heran dengannya. Memang kuakui kami akhir-akhir ini jarang bertemu karena kesibukannya. Aku merasa ada yang berubah darinya. Entah ini hanya perasaanku atau bukan tapi aku sangat yakin karena perasaanku tidak pernah salah. Akupun terdiam mengambil majalah dari kantong tempat duduk dan melihatnya mengeluarkan iPodnya sambil mendengarkan lagu. Ada apa ini ?
***
“KAU KEREN, MIHAE-AH!” teriak seseorang dibelakangku setelah aku tampil dance battle dengan Taemin, Hyukjae-Oppa, Hyohyeon-Eonni, Yunho-Oppa, dan Luna
“Haha. Yuri-Eonni. Gomawo” ucapku
“Here we come ! SM e dancing machine!” ucap Hyukjae-Oppa sambil ngedance diikuti olehku, Taemin, Hyohyeon-Eonni, Yunho-Oppa dan Luna
“Waaah! Kalian keren! Sungguh!” puji Yena sambil bertepuk tangan
“Donghae-Oppa mana?” tanyaku pada Yena
“Ngga tahu. Tadi kulihat dia melihatmu dari layar” jawabnya
Akupun segera menuju layar untuk mencari Donghae-Oppa. Tapi disana hanya kulihat Siwon-Oppa dan Ryeowook-Oppa. Aku mencari sekitar tapi tidak kutemukan. Akhirnya aku memutuskan untuk duduk disebelah Minho yang sedang duduk dibawa AC sambil mengipas-ngipaskan tangannya.
“Minho-ah, apa kau lihat namja chingu-ku?” tanyaku
“Ani. Paling dia pergi kesuatu tempat.Atau mau tampil?” jawabnya sambil membuka kancing bajunya
“Habis ini kan performancenya Kyuhyun-Oppa sama Seohyun-Eonni” jawabku
“Yaa~ Mungkin ke suatu tempat. Sudahlah,kau ini tidak ketemu dia 1 detik saja seperti sudah tidak bertemu 1 tahun” ucapnya
“Ih! Aku memang sudah tidak bertemu dengannya 1 minggu tahu!”jawabku sambil memukul dada Minho
“Ya! Daripada kau memukulku, mending kau mengipasiku!” ucapnya
“Tidak mau!”ucapku sambil menyenderkan kepalaku kepundaknya
“Ya! Panas tahuuu!” ucapnya sambil sedikit menghindar
“Minho-ah~ Akhir-akhir ini aku merasa ada yang berbeda dengannya.” Ceritaku
Minhopun berhenti menghindar dan membiarkan kepalaku bersandar dipundaknya. Dia pun menoleh sambil berpikir. Ya begitulah kembaranku. Walau dia terkadang menyebalkan, tapi dia selalu mau mendengarkan ceritaku.
“Bagaimana kau bisa beranggapan seperti itu?” tanyanya
“Ani. Just my thoughts. Dia kadang ketika aku ajak keluar, dia mengelak, mengatakan kalau dia ada jadwal, padahal ketika aku tanya pada Leeteuk-Oppa, mereka sedang tidak ada jadwal. Aku tanya ke Prince Manager juga katanya tidak ada jadwal. Apa dia bosan yaa sama aku ?” ucapku sambil berkaca-kaca
Ya. Inilah aku. Si tomboy yang sangat cengeng. Hal yang sebenarnya tidak perlu kutangisi bisa membuatku menangis. Ini sudah menjadi sifatku sejak kecil. Oleh karena itu Minho, Eomma dan Appa sangat protektif padaku.
“Kau ini. Mungkin itu hanya pikiranmu saja, Mihae-ah. Aku tahu kok Donghae-hyung bukan orang yang seperti itu. Dia masih sempat menelponmu, kan?” jawabnya
“Iyasih. Tapi....Kadang ketika kutelepon dia ingin segera menyudahi pembicaraan kami. Kalau sedang ngobrol juga dia jarang bicara.” jawabku
“Mungkin dia sedang sibuk. Jangan berpikiran seperti itu ah. Kau dan dia kan sudah hampir 3 tahun. Itu bukan usia pacaran yang main-main loh. Aku yakin dia serius padamu.” Ucap Minho menenangkanku
“Tapi...Minho-ah. Kau tahu kan aku sangat takut kehilangannya? Kau tahu kan aku belum pernah seperti ini sebelumnya dengan mantan-mantan pacarku?” ceritaku meneteskan air mata
“Ne, aku tahu. Sudah ah. Kau mungkin sedang capek, Mihae-ah jadi kau sedikit sensitif. Mending sekarang kau tidur. Immortal sudah tidak tampil, kan? Tidurlah, nanti kubangunkan ketika penutupan.” Ucapnya
“A~h Minhooo” ucapku masih menangis
“Ya! Dengarkan aku dongsaengku tersayang. Semua akan baik-baik saja. Itu hanya perasaanmu. Sudahlah. Uljima...” ucap Minho memegang wajahku, menghapus air mataku.
“Arasseo.”jawabku sambil menghapus air mataku
***
Donghae’s POV :
Kulihat dia menangis dan bercerita dengan kembarannya, si Minho. Ah~ rasanya tidak tega melihatnya seperti ini. Ottoke ?
“Hyung, ayo!” ajak seseorang dibelakangku
Dia adalah Kyuhyun. Dia mengajakku untuk segera pergi keatas panggung karena sebentar lagi giliran kami untuk tampil.
“Menangis lagi?” tanya Kyuhyun
“Ne~ Sungguh aku tidak tega, Kyu” jawabku
“Hyung....Selesaikanlah” ucap Kyu sambil menepuk bahuku memberi penguat
“Arasseo...” jawabku mengambil nafas dan berlalu keatas panggung
Ini semua harus diselesaikan.
***
Mihae’s POV :
Ya. Disinilah aku sekarang. Duduk diantara orang yang sedang pacaran, kembaranku si Minho dan Aeri. Hhhhhh. Aku menarik nafas dan meminum minuman yang kupesan. Ya. Seharusnya aku bersama Donghae-Oppa. Bukannya disini melihat mereka mesra-mesraan. Seharusnya aku tadi ikut Tiffany-Eonni dan YoonA-Eonni shopping, tapi karena berdebat dengan Donghae-Oppa, akhirnya aku ketinggalan mereka.
Ya. Aku habis bertengkar dengannya. Masalah kecil yang entah mengapa menurutku menyedihkan. Aku sudah menceritakan kan kalau aku merasa di akhir-akhir ini berubah ? Sudah tidak seperti dulu lagi. Aku semakin yakin dia sudah bosan denganku. Hhhh. Ottoke ? Masih kuingat jelas pertengkaran kami yang terjadi di dalam kamarnya.
“Oppa. Hari ini kita mau kemana ?” tanyaku sambil duduk diatas kasurnya
“Aku tidak bisa pergi bersamamu, Mihae” jawabnya tanpa mengalihkan pandangannya dari TV
“Waeyo?” tanyaku sedikit kecewa
“Ada urusan yang harus aku kerjakan” jawabnya
“Urusan apa itu? ” tanyaku lagi
“Kau tak perlu tahu” jawabnya.
“Tapi aku kan ingin pergi bersamamu, Oppa. Inikan peringatan hari jadi 3 tahun kita. Tidak bisakah kau tunda urusanmu itu?” ucapku memohon
“Tidak bisa. Mianhae. Sudah pergilah kau” usirnya
“Kau kenapa sih ?! Apa kau sudah bosan denganku ?!” tanyaku mulai terpancing emosi
“Sudah kubilang kan aku ada urusan !” ucapnya membentakku
“ARASSEO! Urus urusanmu!” ucapku sambil pergi, membanting pintu kamarnya
Argh! Orang itu. Apasih salahku sehingga dia seperti itu? Apa aku melakukan sesuatu sehingga membuatnya membenciku ? Kenapa harus membentakku ? ARGH!
“Eonni, uljima~” ucap Aeri menenangkanku
“Aeri-ah” ucapku sambil berusaha menghentikan airmataku “Tidak bisa berhenti”
“Arasseo. Eonni tenang yaa...Ayo kita jalan-jalan saja. Biar Eonni lupa sama masalah hari ini” ucapnya memegang tanganku *kita so sweet Yu!*
“Ne. Sudah kalian pergi, aku bisa kembali ke hotel.” Ucap Minho
Akupun menuruti kata-kata mereka dan mengikuti Aeri pergi berkeliling kota New York. Ya! Lee Donghae ! Semoga kau berbahagia dengan urusanmu!
***
Donghae’s POV :
Jam berapa ini ? Apakah dia sudah kembali dari jalan-jalannya ? Kulihat Minho baru saja kembali.
“Minho-ah. Apa kalian sudah selesai ?” tanyaku
“Belum. Mihae sekarang dengan Aeri. Mungkin sebentar lagi. Tadi Aeri mengirimkanku SMS katanya mereka sedang menunggu taxi” jawabnya
“Aku takut, Minho-ah” ucapku menenangkan diri
“Ya, hyung. Kau harus bisa. Sekarang atau tidak sama sekali. Aku tidak sanggup berpura-pura tidak mengetahui sesuatu diantara kalian. Aku tidak kuat kalau terus-terusan melihat Mihae seperti itu. Katakanlah. Aku yakin dia menerima.” Jawabnya
“Arasseo~” jawabku
Ya. Aku juga tidak mau melihatnya sedih lagi. Lebih baik kukatakan segalanya dan aku akan merasa lega.
***
Mihae’s POV
Aku keluar dari taxi setelah menghabiskan waktuku bersama Aeri berbelanja. Kami sedang dalam perjalanan menuju lift ketika seseorang memanggilku. Kulihat dia Donghae-Oppa.
“Mihae-ah!” panggilnya
“Mwo?” tanyaku jutek
“Aku ingin kau ikut aku.” Jawabnya
“Sudah sini, Eonni. Biar aku bawakan belanjaanmu ke kamar”, ucap Aeri
Akupun menyerahkan belanjaanku ke Aeri dan mengikuti Donghae-Oppa menuju lift yang membawa kita ke lantai 15. Entah mengapa dia mengajakku kesana. Aku harap dia tidak ingin mengakhiri hubungan kita.
Sesampainya di lantai 15, dia mengajakku ke balkon yang dekat dengan kolam renang. Disana dia mengajakku duduk di kursi taman yang menghadap ke pemandangan kota New York.
“Mihae-ah. Aku tahu kau kesal padaku” ucapnya
Aku hanya terdiam. Siap mendengarkan apa yang akan dia katakan. Walau aku masih tidak terima jika dia memutuskan hubungan kami, tapi aku harus berusaha menerimanya. Karena aku ingin dia merasa bahagia.
Dari awal aku memang sudah diperingatkan oleh Tiffany-Eonni dan YoonA-Eonni kalau Donghae-Oppa itu adalah orang yang suka mempermainkan perasaan perempuan. Bisa terlihat dari hubungannya dengan mantan-mantannya. Tidak ada yang bisa lebih dari 3 bulan. Tapi, denganku, kami bisa melaluinya sampai hampir 3 tahun. Dari situ aku yakin bahwa kali ini Donghae-Oppa sangat serius denganku.
“Mianhae. Aku akan mengatakan segalanya. Aku akan jujur tentang apa yang membuatku menghindarimu akhir-akhir ini. Dan aku mohon kau mendengarkanku. Jangan potong pembicaraanku.” Ucapnya
“Arasseo” jawabku
“Kau tahu ? Sejak awal aku bertemu denganmu, aku merasa ada yang berbeda. Aku kehilangan ayahku sudah sejak 5 tahun yang lalu. Dari situ aku merasa sangat kesepian dan sangat membutuhkan perhatian. Mungkin kau juga sudah tahu, hubunganku dengan mantan-mantanku selalu berakhir cepat. Aku selalu merasa ada yang kurang dari mereka. Aku merasa bahwa perhatian mereka tidak tulus. Tapi ini berbeda saat aku mengenalmu. Aku merasa sangat nyaman dan aku merasa sangat diperhatikan. Aku pernah membayangkan kehilanganmu dan aku merasa sangat kesakitan. Tapi, aku sudah tidak sanggup menyembunyikan ini semua, Mihae-ah.” ucapnya sambil mengambil sesuatu dari bawah kursi
Aku berusaha menahan air mata yang ingin menetes. Ya. Inilah akhir dari semuanya. Akhir dari kisah cinta kami yang sangat indah. Akhir dari anggapanku bahwa Donghae-Oppa bukanlah orang yang suka memainkan perasaan orang. Ternyata segalanya memang benar dan selama ini dia hanya berusaha untuk bisa lama denganku.
“Bukalah” ucapnya sambil menyerahkan bungkusan cokelat
Aku membuka bungkusan itu. Kulihat sebuah sweater rajutan berwarna kuning gading didalamnya. Aku mengambilnya dan mengeluarkannya dari bungkusan. Kulihat rajutan itu. Apakah ini buatannya ?
“Itulah alasan selama ini aku menghindarimu. Aku membuat itu untuk hadiah 3 tahun hari jadi kita.” ucapnya sambil mengigit bibirnya. Tanda bahwa dia sedang gugup
Aku tidak menyangka. Sangat tidak menyangka seorang Donghae-Oppa rela membuatkan ini untukku padahal aku tahu jadwalnya sangat padat. Pantesan saja kulihat dia memakai banyak sekali hansaplast ditangannya. Ternyata selama ini...
“Oppa...” ucapku tidak sanggup lagi menahan air mata
“Aku tahu kau menyangka aku bosan denganmu. Dengarkan aku Choi Mihae. Aku mencintaimu, dan aku berjanji aku tidak akan sekalipun merasa bosan padamu.” Ucapnya sambil mengusap air mataku
“Ah...Oppa” ucapku speechless
“Ah ye~ Ini masih yang pertama. Hadiah yang kedua....” ucapnya sambil menjentikkan tangannya
Kulihat dari berbagai spot orang-orang yang terdekat denganku. Leeteuk-Oppa, Sungmin-Oppa, Kyuhyun-Oppa, Siwon-Oppa, Hyukjae-Oppa, Yesung-Oppa, Changmin-Oppa, Tiffany-Eonni, YoonA-Eonni, Wheena-Eonni, Yena, Aeri, Eunhyi, Minho, Taemin, Victoria-Eonni, Krystal dan bahkan Lee Sooman-Ahjussi keluar dari persembunyan mereka sambil membawa lilin ditangan mereka dan menyanyikan lagu Marry U milik Super Junior.
Aku terisak. Tidak tahu apa yang harus aku katakan. Kau hanya menatap mereka dengan sangat terharu. Jadi, sebenarnya mereka semua sudah tahu rencana ini tapi mereka menyembunyikan semuanya. Membiarkanku berasumsi bahwa Donghae-Oppa akan meninggalkan aku. Hingga akhirnya lagu Marry U berhenti dan Donghae-Oppa menyanyikan lirik penutupnya sambil membuka kotak berisi cincin.
“Na rang kyeorhonhae jullae ?” nyanyinya sambil menatapku
Aku terdiam. Menatap cincin yang dihadapkan padaku. Seluruh tubuhku lemas seperti tidak bisa digerakkan karena ini terlalu surprise untukku. Kudengar orang-orang terdekatku berkata “nyanyikan I do! Nyanyikan I do”. Akupun mengambil cincin itu dan bernyanyi
“I do~”
Donghae-Oppa mengambil cincin itu dariku dan memasangkannya di jari manisku. Dia menatapku, tersenyum penuh kegembiraan.
“Entah apa yang harus aku katakan padamu, Mihae. Gomawo. Terima kasih karena sudah mau bersabar menghadapiku, terima kasih karena sudah mencintaiku. Neomu saranghae~” ucapnya sambil memegang daguku
“Na do saranghae~” jawabku
Bibir kamipun bertaut. Aku bahagia. Sangat bahagia. Sampai tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Kami berciuman hingga akhirnya YoonA-Eonni menegur kami.
“EHEM!” ucapnya
Aku dan Donghae-Oppa menjauh, tersenyum malu-malu.
“Kalian masih punya 2 urusan. Pertama, mengaku pada public, dan kedua, mentraktir kami” lanjut Leeteuk-Oppa
“Ah~Majayo” ucap Donghae-Oppa menepuk dahinya
Ya. Beginilah. Kami harus bersiap-siap mengaku pada publik bahwa kami akan segera menikah. Tapi, aku yakin semuanya akan baik-baik saja, cinta mengalahkan segalanya, bukan ?
Subscribe to:
Comments (Atom)