Empat orang perempuan sedang duduk di pojok kafe itu. Kafe Pyongseng milik dari salah satu perempuan disitu. Song AiRi. Ia berumur 22 tahun. Rambutnya ikal sebahu. Hari ini ia mengenakan kaos lengan panjang berwarna putih dan celana pendek jeans dsiertai boots berwarna coklat yang tidak ada hak-nya. Disebelahnya ada Kim EunHyi. Seorang guru Sekolah Dasar yang pada bulan Juli besok berumur 22 tahun yang memiliki rambut hitam lurus sebahu. Ia hari ini mengenakan kemeja berwana merah marun disertai celana kain berwarna putih dan sepatu dengan hak sedikit berwarna senada dengan bajunya. Di depan EunHyi ada Choi MiHae. Ia adalah yang paling tua diantara mereka. Berumur 23 tahun pada bulan Mei lalu. Pekerjaannya adalah seorang Manajer Lapangan di SM Entertainment. Tugasnya adalah menjadi atasan bagi para Manajer artis-artis SM. Ia hari ini mengenakan dress berwarna putih dengan pita berwarna hijau tua dan wedges senada dengan pita pada dressnya. Rambutnya yang lurus sepinggang dibiarkan tergerai dengan indah. Disebelah MiHae ada Kang YeNa. Seorang editor majalah yang sangat terkenal, Glamourous. Berumur 22 tahun dan ia mengenakan kemeja berwarna hitam dengan celana high-waisted berwarna abu-abu dan menggunakan stiletto berwarna hitam. Rambutnya yang ikal sepunggung ia kucir seperti buntut kuda.
Mereka sudah lama bersama. Bersahabat dari kecil hingga sekarang. Walau kadang kesibukkan memisahkan mereka. Tapi mereka tetap saling kontak menggunakan teknologi yang disebut dengan handphone. Saat ini mereka sedang kehabisan topik pembicaraan.
“ Ya~ aku tidak bisa berlama-lama. Mungkin 1 jam lagi Donghae-Oppa akan menjemputku. Kami akan bersama-sama pergi ke Daegu untuk gladi bersih SMTown disana”, ucap Mihae
“Huh...Enak ya! Onni bisa 1 lokasi sama pacarnya. Sama pacar kami pula.”, sambung Eunhyi
“Iya...Menyebalkan. Ini kan malam minggu. Seharusnya mereka bersama kami. Bukannya malah sibuk latihan.”, protes Yena
“Eh, Onni. Nanti salam yaa buat Leeteuk-Oppa. Bilang : Annyeonghaseyo~ Ahjussi. Hahaha”, ucap Airi
“Hahaha. Ada-ada saja kau AiRi. Pasti dia akan sangat marah”,kata Mihae
“Memang. Siapa suruh kemarin bikin aku kesal”, jawab Airi
“Eh, ngomong-ngomong kita belum pernah membicarakan bagaimana pertemuan kita dengan pacar kita masing-masing loh!”, ucap Eunhyi
“Iyaa benar. Bagaimana kalau sambil menunggu aku dijemput, kita sambil cerita?”, sambung Mihae
“Iyaaa setuju! Ayoo siapa yang mau mulai duluan?”, tanya Airi
“Yang tua duluan laaah”, ucap Eunhyi
“Enak saja kau! Aku yang paling terakhir.Magnae lah yang pertama! Kau EunHyi ! Duluan!”, ucap Mihae
“Ah~ Kenapa sih harus selalu magnae?”, protes Eunhyi
“Suda~h. Ikuti saja.”, ucap Yena
“Arasseo..Arasseo.. Begini ceritanya”, kata Eunhyi
***
Dimana sih aku meletakkan bolpoin merahku? Ck. Bagaimana aku bisa menilai kalau bolpoin itu tidak ada? Masa aku harus meminjam lagi dari guru Jung? Memalukan. Ah ini dia! Akhirnya aku bisa memulai penilaian.
“Guru Kim. Sepertinya ada anak didikmu yang belum pulang...” ucap guru Han
“Ah, benarkah Guru Han? Siapa?”kataku
“Aku tidak tahu. Tapi dia ada di ayunan”jawab Guru Han
“Arasseo. Kamsahamida, Guru Han sudah memberi tahuku” ucapku
Siapa yaa kira-kira muridku yang belum pulang? Ini sudah jam 3 loh. Seharusnya 2 jam yang lalu dia sudah pulang. Akupun berjalan menuju ayunan yang letaknya ada di halaman depan. Terlihat disana seorang murid laki-laki masih mengenakan seragamnya sedang asyik memakan roti. Sepertinya itu Lee Jinki.
“Loh? Jinki. Kenapa belum pulang?”tanyaku
“Ah~ Bu Guru... Iyaa bu. Aku sedang menunggu jemputan”jawabnya
“Loh? Kamu belum dijemput?”tanyaku lagi
“Belum bu. Hari ini Ahjussi ku yang menjemput. Aku lupa bilang kalau hari ini aku pulang jam 1. Dia mengira aku pulang jam setengah 3. Terus tadi aku udah telepon. Katanya dia masih ada latihan sampai setengah 3. Jadi aku bilang padanya aku akan menunggu. Sekarang dia sedang dalam perjalanan.”jawabnya sambil memasukkan tempat bekalnya
“Oh~ begitu. Ibu temani yaa? Memangnya Ahjussi-mu bekerja sebagai apa? Kok ada latihan-latihan segala?”tanyaku
“Ngg, Ibu jangan menceritakan pada siapapun yaa? Sini Bu aku bisikin” jawabnya sambil menarik tanganku
Akupun menjulurkan telingaku
“Dia anggota Super Junior. Ituloooh Eunhyuk-ahjussi”bisiknya
“Mwo?! Kau serius?”ucapku tak percaya
“Ne. Buat apa aku bohong? Apakah ibu suka dengan Super Junior?”ucapnya
“Ngg, yaa dibilang suka sih ngga suka suka banget. Aku suka lagu mereka yang berjudul Sorry-sorry”jawabku
“Jjinjja? Aku bisa mempraktekkan dancenya loh Bu! Ahjussi ku yang mengajarinya. Sorry sorry sorry sorry naega naega naega meontcheyo nege nege nege ppajyo ppajyo ppajyo boryeo baby Shawty shawty shawty shawty nuni busyeo busyeo busyeo sumi makyeo makyeo makyeo naega mitcheo mitcheo baby”ucapnya sambil menyanyi
Jinki menari menggoyangkan badannya. Anak itu memang lucu
“Wow! Kau pintar dance, Jinki-ah...”pujiku
“Iya dong bu. Aku sangat dekat dengan Ahjussiku”ucapnya sambil menepuk dadanya
“Oh yaa? Onniku bekerja di SM loh. Bukan Onni kandung sih. Tapi kami bersahabat dari kecil.”ceritaku
“Jjinjjaro? Siapa namanya? Mungkin aku bisa tanya ke Ahjussi.”ucapnya
“Namanya Choi MiHae”jawabku
Tiba-tiba sebuah mobil putih berhenti didepan kami. Dari mobil itu keluarlah seorang Lee Hyukjae. Dia mengenakan kaos putih dan celana jeans abu-abu. Diapun berlari ke arah kami.
“Mianhae, Jinki-ah. Kau tidak memberi tahu Ahjussi”ucap Eunhyuk
“Gwaenchanayo Ahjussi. Oh ya. Ini guruku. Namanya Guru Kim”ucap Jinki
“Annyeonghaseyo, Kim Eunhyi imnida”kataku
“Annyeonghaseyo. Naneun Lee Hyukjae imnida”katanya
“Yaa. Aku tahu kok”ucapku
“Ahjussi. Guru Kim punya sahabat yang bekerja di SM loh”seru Jinki
“Jjinjja? Siapa namanya?”tanya Eunhyuk
“Choi MiHae. Apakah kau mengenalnya, Eunhyuk-ssi ?”jawabku
“Wah. Siapa yang tidak kenal dengannya. Kami anggota Super Junior sangat dekat dengannya. Kami suka keluar bersamanya”jawabnya
“Ne. Aku tahu, MiHae-Onni sering bercerita”ucapku
“Ah~ Kau tentu tahu kan dia berpacaran dengan siapa?” ucapnya
“Tentu saja aku tahu.”jawabku
“Yaa. Kasihan dia. Kami sering menjahilinya. Hahaha. Baiklah, sudah terlalu sore. Kami harus kembali. Jinki-ah. Ucapkan selamat tinggal buat gurumu”ucapnya
“Annyeonghigaseyo, Guru Kim”seru Jinki sambil berlari menuju mobil
“Ne. Hati-hati dijalan yaa”ucapku melambaikan tangan
***
Ini sudah 10 pesan yang kukirimkan untuk Wooyoung-Oppa. Ya. Aku dan Wooyoung 2pm memang berpacaran dan kami sudah menjalaninya selama 10 bulan. Tapi aku merasa akhir-akhir ini dia menghindariku. Entah mengapa. Aku salah apa dan aku kenapa. Aku merasa tidak melakukan apapun. Dia selalu memberi alasan bahwa ia sibuk. Ya. Aku tau dia memang seorang artis, tapi, setahuku Donghae-Oppa selalu memberi kabar untuk Mihae-Onni disela-sela kesibukkannya dia selalu memberikan waktu. Bahkan kalau kupikir mungkin lebih sibuk Donghae-Oppa. Mengapa? Karena ia harus latihan, wawancara majalah ini itu, masuk ke acara ini itu, talk show ini itu, manggung disini disitu dan aku salutnya ia selalu menyempatkan waktu untuk Mihae-Onni. Ketika istirahat atau break misalnya, ia sering menelpon Onni dan mengiriminya SMS. Apa aku yang terlalu menuntut?
“Guru Kim “panggil Guru Yun
“Ne?”jawabku
“Rasanya Jinki belum dijemput lagi “ucapnya
“Jjinjjaro?Arraseo aku akan kesana. Kamsahamnida Guru Yun”ucapku
Lagi-lagi Jinki. Ini sudah ke 6 kalinya ia terlambat dijemput. Apakah karena dia dijemput oleh Ahjussinya lagi? Kenapa orang itu selalu menjemput Jinki padahal dia tahu kalau dirinya sedang sibuk ? Ah. Lihat saja, Eunhyuk-ssi bisa menyempatkan waktunya untuk Jinki. Mengapa Wooyoung-Oppa tidak bisa ? Lagi-lagi Wooyoung-Oppa.
“Jinki-ah...Kau belum dijemput lagi?”tanyaku
“Ne, Guru Kim. Ahjussi. Biasalah”jawabnya
“Hahaha...Memangnya kemana orang tuamu sehingga harus Ahjussi yang menjemputmu?”tanyaku
“Eomma dan Appa kerja, Guru Kim. Kadang mereka pulang malam. Aku tidak dibolehkan untuk naik sepeda sendirian ke sekolah. Padahal kan aku sudah bisa. Jadi aku sering dijemput dengan Noona dan Ahjussi. Mereka bergantian. Noona hari Senin-Rabu pulang jam 5 sore jadi dia tak bisa menjemputku.Maka Ahjussilah yang menjemputku.”jawabnya
“Oh..Begitu...Ahjussimu sungguh baik”ucapku
“Ne, dia memang baik dan belum punya pacar. Apakah Guru Kim sudah punya pacar ?”tanyanya
“Eh? Yaa...Begitulah. Hubunganku dengan pacarku memburuk akhir-akhir ini”jawabku
“Nah, Guru Kim pacaran saja sama Ahjussiku! Aku yakin kalian akan menjadi pasangan yang sangat serasi!”ucapnya
“Eh? Bicara apa sih kau?”tanyaku sedikit kaget
Mobil putih itu berhenti lagi di depan kami. Dari sana keluarlah Lee Hyukjae dengan mengenakan kaos berkerah polo berwarna hitam dengan celana jeans berwarna putih. Ia memegang handphone di telinganya. Sepertinya sedang menelpon seseorang.
“Ah ne. Iyaaaa kau tuh. Ingat aku lebih tua darimu! Ya~ Bukan begitu. Iya di sekolah temanmu. Arasseo arasseo. Salam buat Donghae. Bilang padanya malam ini dia milikku. Mwo? Ah~ tidak bisa pokonya malam ini dia milikku. Hahaha. Ya okey. Arasseo.”ucapnya
“Ahjussi berbicara dengan siapa?”tanya jinki
“Guru Kim, kau dapat salam dari Mihae”jawab eunhyuk
“Oh iya...”jawabku
“Kau tidak menyuruhku menitipkan salam balik kan?”tanyanya
“Mengapa memangnya?”tanyaku balik
“Aish~bocah itu. Cerewetnya melebihi kecepatan kereta. Tadi dia menelponku untuk tidak terlambat latihan. Aku suruh dia membelikan aku minuman malah aku diceramahi”jawabnya
“Haha. Maafkan Onniku, Eunhyuk-ssi..”ucapku
“Mwoya? Onni? Hahahaha... Dia kau panggil Onni ? Kurasa kaulah yang seharusnya dia panggil Onni”ucapnya
“Yaa dia memang kekanak-kanakan tapi dari segi umur kan dia lebih tua dariku.”kataku
“Hahaha. Mihae. Entah apa yang jadi daya tariknya sehingga si Donghae bisa jatuh cinta sama dia.”katanya
“Menurutku justru sifat Mihae-Onni itulah yang menjadi daya tariknya.”ucapku memuji Mihae-Onni
“Haha. Mungkin kau benar. Ohya, Kim Eunhyi, boleh aku meminta nomor ponselmu? Aku hanya ingin berjaga-jaga kalau saja aku terlambat lagi menjemput Jinki aku bisa bilang padamu.”ucapnya
“Oh..Ne. 01-xxxx.”jawabku
“Baiklah. Aku sudah mengirimkan SMS untukmu untuk memberi tahu kalau itu nomorku. Arasseo. Ayo Jinki kita pergi. Annyeonghigaseyo~”ucapnya
“Ne. Hati-hati dijalan yaa.”ucapku
Aku pun kembali masuk ke ruangan guru. Kuambil handphoneku dan kudapati 2 pesan disana. 1 dari Eunhyuk-ssi yang mengirimiku pesan dengan emote ‘.^^.’ Haha. Orang itu. Aku penasaran dengan pesan yang satunya. Kubaca. Dan aku terkejut melihatnya.
From : <3
Kurasa kita harus bertemu
Kutunggu kau di kafe biasa
Akhirnya doaku terjawab juga. Akupun segera memasukkan barang-barang bawaanu ke dalam tasku dan menyetir ke kafe tempat biasa kami bertemu.
***
Kafe itu masih sama. Aku ingat mungkin terakhir kali aku kesana 1 bulan yang lalu. Kucari dimana Wooyoung-oppa berada. Kulihat dia berada di pojokkan. Dia tidak sendirian. Tapi dia bersama seseorang. Seseorang yang sepertinya aku kenal.
“Hai, Oppa. Lama sudah tidak bertemu”sapaku
“Duduk”, ucapnya tanpa senyuman
Aku merasa ada yang aneh. Mengapa dia harus menatapku seperti itu dan mengapa dia harus membawa perempuan yang ada disebelahnya yang memandangku dengan takut-takut.
“Ada apa ini?”, tanyaku
“Eunhyi. Aku rasa kita harus mengakhiri semuanya. Aku merasa kau dan aku sudah tidak cocok lagi. Dan disebelahku ini. Kau tentu tau dia. Dia IU. Aku rasa aku dan dia sangat cocok sehingga, mianhae, aku harus memilihnya.”
Akupun terdiam. Tak tahu apa yang harus aku katakan. Aku hanya tersenyum. Mengangguk dan pergi meninggalkan dia. Samar-samar kudengar Wooyoung-Oppa berteriak terima kasih padaku.
***
Hah. Mungkin ini sudah keseratus kalinya aku menarik nafas dalam-dalam. Aku ingin menangis. Tapi, aku bukanlah tipe orang yang suka menangis. Walau aku belum rela tapi, yasudahlah mungkin ini akan menjadi awal kebahagiaanku. Aku hanya menatap nanar sungai Han. Ya. Saat ini aku sedang berada di tepi sungai Han. Sungai Han memang tempat yang sangat nyaman. Aku dan sahabat-sahabatku sering keisini sekedar tertawa-tawa atau membeli es krim.
Ah~ Aku tahu sekarang mengapa ia jarang membalas SMSku bahkan tidak mau menelponku. Haha. Yaa tentu saja karena perempuan yang bernama IU itu. Aku tahu dia. Tentu saja tahu. Dia lawan main Oppa-ku..aniyo..lelaki itu di Dream High. Suaranya bagus, cantik dan tentu saja terkenal. Tidak sepertiku yang hanya bekerja sebagai guru SD. Ya secara fisik aku memang kalah. Yasudahlah.
“Kim Eunhyi?”sapa seseorang dibelakangku
Terdengar orang menyapaku dari belakang. Rasanya aku kenal suara itu. Aku pun menoleh. Terlihat dibelakangku Eunhyuk mengenakan jaket warna-warni dengan celana training hitam.
“Eh? Ne...Annyeonghaseyo”jawabku
“Annyeonghaseyo. Sedang apa kau disini? Sepertinya kau sedang sedih? ”tanyanya
“Ah~Gwaenchanayo...”jawabku
“Haha. Wajahmu tidak menampakkan bahwa kau tidak apa-apa”katanya menatapku
“Aku baru saja putus dengan pacarku...”jawabku
Aku pun menceritakan semuanya kepada Eunhyuk-ssi entah apa yang ada didalam dirinya tapi aku rasa dia adalah pendengar yang baik. Airmataku pun menetes. Ya!mengapa aku menangis?
“Wow...” ucapnya
“Wow apa, Eunhyuk-ssi?”tanyaku
“Aku tidak tahu apa yang harus aku katakan. Tapi, mulai sekarang pikirkanlah bahwa kau adalah wanita yang sangat beruntung karena sudah melepaskannya.”jawabnya
Aku menatapnya. Aku rasa dia benar. Apabila aku tidak melepaskannya dari sekarang, entah apa yang akan terjadi pada diriku. Karena aku yakin perasaanku akan lebih dalam kepadanya.
“Ini... Aku ada coklat. Kata orang, coklat itu bisa meringankan bebanmu.”ucapnya sambil memberikan cokelat padaku
“Kamsahamnida”ucapku menerima coklat itu
“Haha. Tidak usah seformal itu. Kau bisa memanggilku Oppa saja. Kita kan sudah dekat. Mulai sekarang, tersenyumlah, Eunhyi-ssi”ucapnya
“Ya~ Kau juga berbicara formal padaku. Panggil saja namaku baru aku akan memanggilmu Oppa”ucapku tertawa
“Haha. Arasseo arasseo, Eunhyi-ah. Puas? Haha.”ucapnya
“Ne, sedang apa kau disini, Oppa?”tanyaku
“Aku? Aku habis jogging. Tadinya aku balapan lari dengan Siwonnie dan Teuki-hyung. Tapi mereka sudah pulang duluan. Asrama kami didekat sini. Tadinya aku ingin membeli eskrim dulu untuk Donghae. Tapi malah bertemu kau disini. Tidak apa kan aku menemanimu ?”jawabnya
“Ne, tapi apa Donghae-Oppa tidak menunggumu?”tanyaku
“Haha sudah biarkan saja. Nanti dia juga akan menelponku jika dia merasa aku lama”jawabnya
Tiba-tiba ada suara handphone berbunyi. Itu adalah ponsel Eunhyuk-Oppa. Aku rasa itu Donghae-Oppa yang menelponnya.
“Ne? Jankamannyo Donghae-ah. Aku sedang menemui orang galau disini. Ah mau tau saja kau. Iyaaa. Akan kubelikan. Mwo? Bilang pada Wookie sisakan untukku. Ah! Donghae-ah toloooong!yeoboseyo?yeoboseyo?aiiish jjinjja”ucapnya
“Waeyo, Oppa?”tanyaku
“Ituh si donghae, sepertinya aku harus pulang, kalau tidak aku tidak akan kebagian makanan”jawabnya
“Hahaha iya oppa. Gomawo “ucapku
“Ne. Kau pulang sendiri ? Perlu kuantar ?” tanyanya
“Tidak usah, Oppa. Cepatlah pulang. Nanti kau tidak kebagian makanan.”jawabku
“Ah..Ye~Annyeonghigaseyo, Eunhyi-ah”ucapnya
“Ne~Annyeonghigaseyo, Oppa”ucapku
***
Entah ini hanya perasaanku saja atau memang begitu. Setelah pertemuanku dengan Eunhyuk-Oppa di Sungai Han itu, ia semakin sering menjemput Jinki. Setelah menjemput Jinki ia sengaja bertahan dulu untuk mengobrol denganku. Tapi aku tidak mau GR dulu. Mungkin dia hanya menghawatirkanku karena aku baru saja putus dengan Wooyoung-Oppa.
Selain itu ia juga sering mengirimkan SMS untukku kadang jga menelponku ketika dia sedang berada jauh. Misalnya saja seperti minggu lalu. Ia pergi ke Cina untuk promo single Super Junior M yang terbaru. Ia sengaja menelponku, padahal tentu saja telepon antar negara itu sangat mahal. Tapi dia menyempatkan waktu hanya untuk menanyakan keberadaanku dan apakah aku ingin dibawakan oleh-oleh. Tentu saja aku menolak. Aku bukan siapa-siapanya. Namun, beberapa hari kemudian ketika ia menjemput Jinki, Ia memberiku mochi, dan boneka barongsai yang sangat lucu.
Hari ini tepat 3 bulan aku putus dari Wooyoung-Oppa dan kedekatanku dengan Eunhyuk-Oppa. Kadang aku merasa tersentuh dengan sikap Eunhyuk-Oppa yang sangat pehatian padaku. Aku juga pernah diajaknya untuk makan malam di restaurant favorit Super Junior. Dia adalah orang yang sangat lucu. Dan aku juga pernah diajak karaokean bersamanya. Haha. Ya tentu saja dengan suaranya yang tidak begitu bagus, begitu juga denganku. Alhasil kami hanya ketawa-ketawa setiap lagu mulai.
Hari ini bertepatan dengan hari chuseok yang memang menjadi hari libur bagi masyarakat Korea. Aku janjian dengan Mihae-Onni untuk menemaninya makan malam. Dia berkata bahwa Donghae-Oppa tidak bisa menemaninya. Karena ia berjanji akan mentraktirku, tentu saja aku mau. Akupun bersiap dengan mengenakan celana dress bunga-bunga selutut dan cardigan. Kami berjanijian di restoran yang menjadi favorit Super Junior. Saat ini aku sudah menunggunya sekitar 20 menitan. Ya, tidak heran sih kalau janjian dengan Mihae-Onni. Dia memang sering sekali terlambat karena kesibukkannya. Dia sih 5 menit yang lalu berkata kalau dia ada dalam perjalanan. Mungkin beberapa menit lagi datang akrena restoran ini tidak jauh dari apartemen maupun SM building.
Restoran ini memang tidak mewah, hanya saja setiap meja berada di dalam ruangan-ruangan kecil sehingga privacy terjaga. Terdapat 4 level ruangan. Level 1 untuk 2 orang, level 2 untuk 4 orang, level 3 untuk 6-10 orang dan level 4 untuk 11-15 orang. Karena hanya berdua dengan Mihae-Onni, jadi aku menunggunya di ruangan level 1 nomor 18. Aku menunggunya dengan meminum orange juice kesukaanku dan mencomot kentang goreng. Ketika sedang asik dengan minuman dan kentang gorengku, tiba-tiba pintu digeser. Ya. Siapa lagi kalau bukan Mihae Onni.
“YA~ pabo. Kenapa kau memesan hanya untuk 2 orang ?” tanyanya langsung tanpa basa basi
“Lah? Memang untuk berapa orang, Onni ? Apakah Airi dan Yena ikut?”tanyaku
“Aish...”
Ucapannya terpotong dengan kedatangan 2 lelaki dibelakangnya. Seseorang mengenakan kaos lengan panjang berwarna putih dan topi berwarna hitam. Tentu saja itu Donghae-Oppa. Dan seseorang lagi mengenakan jaket kulit hitam dengan kaus putih didalamnya. Dia adalah....Eunhyuk-Oppa.
“Onni~ Katanya Donghae-Oppa sedang ada schedule ?” tanyaku sedikit kesal
“Ya~Aku sudah memberitahumu kalau aku menjemput mereka dari tempat latihan dan mereka ingin ikut kita makan bareng”, jawabnya
“Kau tidak......” ucapanku terhenti dan langsung membuka handphoneku yang sedang aku charge di ujung ruangan, “Aish....Mianhae..”
“Ckckck memang kau ya, Eunhyi. Ehm, pelayan!” ucap Donghae-Oppa
Pelayanpun datang, Donghae-Oppa menanyakan padanya apakah masih ada ruangan di level 2, dan pelayan tersebut berkata kalau di level 2 sudah habis, tapi masih ada 1 ruangan di level 1.
“Ah~ Yasudah, baguslah aku bisa berduaan dengannya”, ucap Mihae-Onni sambil menggandeng Donghae-Oppa pergi menuju ruangan mereka
Sedangkan aku? Ya. Tentu saja ditinggal berdua dengan Eunhyuk-Oppa yang terbengong melihat kepergian Mihae-Onni dan Donghae-Oppa. Eunhyuk-Oppa menggaruk-garuk kepalanya dan masuk kedalam ruangan sambil diikuti oleh pelayan yang siap melayani pesanan kami. Aku memesan Kimbab dan orange juice satu lagi, sedangkan Eunhyuk-Oppa memesan nasi goreng kimchi dan lemon tea.
“Ah~ehm~err~” ucap Eunhyuk-Oppa sambil menggaruk-garuk kepalanya
Akupun tertawa melihat kelakuannya yang sangat lucu itu. Aku merasa hari ini dia terlihat sangat tampan dengan pakaian seperti itu. Ah~dia memang selalu terlihat tampan dengan pakaian apapun. Ketika dia menggaruk-garuk kepalanyapun terlihat sangat manis.
“Ya~ kenapa ketawa?” tanyanya
“Aniyo. Hanya saja kau terlihat sangat grogi.”
“Aku memang grogi. Tidakkah kau dengar suara detak jantungku?” ucapnya sambil memegang dadanya
“Ngg, mengapa kau grogi, Oppa ?” tanyaku sambil mengatasi ke-salting-anku
“Mungkin karena....”
Omongannya terpotong karena makanan yang kami pesan sudah datang. Kami berdua terkejut. Tapi kami hanya terdiam dan makan pesanan kami. Kami makan dalam diam. Sibuk dengan oikiran masing-masing. Ya. Aku hanya berpikir apa yang akan dia katakan ?
Sekitar 15 menit kami hanya terdiam. Sibuk dengan makanan dan pikiran kami masing-masing. Hanya berbicara ketika ia atau aku minta tolong diambilkan sumpit, kecap atau saus. Hanya sebatas itu. Hingga akhirnya dia membuka pembicaraan setelah makanan kami habis.
“Ngg, Eunhyi-ah...Boleh aku duduk disebelahmu?” tanyanya ragu-ragu.
“Ah~ Ne. Tentu saja boleh Oppa”, jawabku dengan jantung yang berdegup kencang
Kami terdiam. Sekitar 3 menitan. Dari sini aku mendengar suara jantungnya berdegup sangat kencang dan sesekali ia menoleh ke arah berlawanan denganku , menarik nafas sambil memegang dadanya.
“Waeyo, Oppa? Sepertinya kau ingin mengatakan sesuatu ?” tanyaku yang sebenarnya juga grogi, hanya saja aku penasaran
“Ngg. Dengarkan aku. Jangan potong perkataanku. Aku ingin bercerita padamu. Aku bertemu dengan seorang wanita. Wanita yang mungkin menurut pria lain biasa saja, tapi menurutku dia cantik. Sangat cantik.” Ucapnya menatapku
Jantungku berhenti berdegup. Aku kaget. Aku tidak menyangka bahwa dia akan menceritakan hal itu padaku yang yaaaa...Aku sudah menyukainya. Aku menyukai segalanya tentang dia. Perhatiannya dan semuanya. Tapi, apa yang harus kulakukan kalau sudah seperti ini? Dia menyukai orang lain. Akupun sesegera mungkin memperbaiki keadaanku seolah-olah bersikap biasa saja sambil terus mendengarkan ceritanya.
“Aku sebenarnya sudah memperhatikannya sejak lama. Hanya saja Tuhan memperbolehkan kami dekat baru-baru ini. Dulu aku tidak berani mengejarnya karena menurut temanku dia sudah memiliki pacar. Namun ketika aku tahu dia sudah putus dengan pacarnya, maka aku memutuskan untuk mengejarnya. Mengejar cinta gadis itu yang mungkin sampai sekarang masih remuk karena mantan pacarnya. Menurutmu, apakah aku harus menyatakan cintaku padanya, Eunhyi-ah?” lanjutnya
“Ngg, Menurutku...Menurutku, kau harus berkata kalau kau mencintainya, Oppa. Kau orang yang baik, pasti wanita itu akan beruntung dicintai lelaki sepertimu. Kau harus menyatakan cintamu, entah ia akan menerimanya atau menolaknya.” Jawabku sambil menata hatiku yang hancur.
“Menurutmu, apakah dia juga mencintaiku? Kalau kau jadi dia, apakah kau akan menjawab Iya?” tanyanya
“Kurasa kalau aku jadi dia, aku akan menjawab iya.”jawabku masih dengan menata hatiku
“Jjinjaro? Kalau begitu dengarkan aku, Eunhyi. Maukah kau menjadi wanita itu?” tanyanya
“Maksud Oppa?” tanyaku riak mengerti
“Aku mencintaimu, Eunhyi. Aku sudah memperhatikanmu dari pertama aku menjemput Jinki. Sekitar 5 bulan yang lalu. Aku menyukai senyummu, aku menyukai tawamu, aku menyukai segala yang ada dirimu. Maukah kau menjawab iya sperti yang kau katakan, Eunhyi ?” ucapnya sambil mendekatkan tubuhnya kearahku
“Ah~err...” ucapku tidak bisa berkata-kata. Wajahku memerah, jantungku tambah berdegup dengan kencang dan mataku tidak bisa berpaling dari tatapannya.
“Kuanggap itu sebagai jawaban ya.”, ucapnya sambil memegang daguku dengan tangan kirinya
Ia menatapku, tersenyum dan mendekatkan bibirnya ke bibirku. Ya. Ia mengecup bibirku dengan sangat lembut dan penuh kasih sayang. Akupun memejamkan wajahku dan membalasnya sambil mengalungkan tanganku ke lehernya. Tiba-tiba...
“EHEM!”
Kami pun melepaskan ciuman kami dan langsung refleks menoleh kearah pintu. Disana berdiri Mihae Onni yang memakai dress hitam sedang dirangkul oleh Donghae-Oppa. Mereka tersenyum penuh arti.
“Sudah saatnya pulang.”, ucap Donghae-Oppa sambil tersenyum evil.
“Eunhyuk-Oppa. Berhubung Eunhyi tidak membawa mobil dan kau membawa mobil, kau antar dia yaa? Sekalian melanjutkan aktifitas kalian yang kami ganggu.” Ucap Mihae Onni sambil mengedipkan matanya dan berlalu pergi menggandeng mesra Donghae-Oppa.
Aku dan Eunhyuk-Oppa masih sedikit shock dengan kejadian tadi, namun akhirnya ia berdiri dan memberikan tangannya untuk aku gandeng.
“Ayo kita pulang” ajaknya
“Ya” ucapku sambil tersenyum dan menyambut tangannya
Kamipun berjalan bergandengan sampai mobilnya. Dan aku tanpa hentinya mengucapkan terima kasih kepada Tuhan karena sudah mempertemukan aku dengan Eunhyuk-Oppa dan berharap supaya cinta kami berdua tetap ada selamanya.
***
“Hahahahahahaha...Kau harus lihat mukanya ketika kepergok berciuman!huahahahahhaa” ucap Mihae sambil tertawa puas
“Aish! Onni-ah! Shut up!” ucap Eunhyi menahan malu
“Jadi, ciumanmu sudah ketahuan oleh orang lain dong, Eunhyi?” tanya Airi sambil tersenyum geli
“Cieeeee” sambung Yena
“Aaaaah!Sudah!Sudah! Hentikan! Sekarang gantian kau, Airi ! Kau kan termuda ketiga !” ucap Eunhyi mengalihkan pembicaraan.
“Haha. Arasseo-arasseo..” ucap Airi
***
Lelaki itu selalu duduk disitu. Ya. Dengan wajah yang selalu tertutup masker dan menggunakan topi dan kacamata. Setiap memesan juga tidak menatap wajahku. Pesanannya selalu sama. Secangkir cappucino dan strawberry pancake. Aku saking hafalnya tidak perlu mendatanginya untuk menanyakan pesanannya. Ketika dia masuk kedalam kafeku, aku langsung membuatkanya cappucino dan strawberry pancake.
Dari mukanya sepertinya aku pernah melihatnya. Terasa familiar. Tapi aku lupa siapa dia. Mungkin jika dia melepaskan maskernya dan melepas topi dan kacamatanya aku akan mengenalinya. Ketika ia makan pun maskernya hanya dilepas sebatas dagu. Yang aku perhatikan hanyalah lesung di dagu kirinya.
Dia sering menatapku. Bukan. Ini bukan hanya perasaanku. Tapi waktu itu ketika aku hampir terjatuh, ketika membayar pesanannya dia mengatakan kalau aku harus berhati-hati. Aku juga pernah sering sekali menangkap matanya sedang menatapku.
Aku sangat penasaran. Siapakah dia? Kenapa dia selalu tertutup ? Dan kenapa dia menatapku seperti itu ? Apakah dia sedang sakit? Rasanya aku ingin sekali aku melepas kacamata, masker dan topinya. Ihh, gemas sekali rasanya.
Hari ini dia datang lagi. Mengenakan baju yang lagi-lagi berwarna putih. Kali ini baju putih dengan tulisan DEEP berwarna hitam. Ia mengenakan celana yang robek-robek berwarna hitam. Sepatunya berwarna biru, maskernya berwarna hitam dan memakai topi putih. Kacamatanya kali ini kacamata hitam dengan bingkai putih. Aku rasa dia adalah orang yang suka dengan warna putih. Akupun segera membuatkan cappucino dan strawberry pancake kesukaannya, dan mengantarkannya.
“Ini pesananmu.” Ucapku sambil meletakkan pesanannya diatas meja
Dia menatapku sesaat. Membuka novelnya yang kali ini karangan Paulo Coelho. Aku terus menatapnya. Aku sangat penasaran.
“Apakah kau suka dengan warna putih?” tanyaku
Ia menatapku. Mengangguk tanpa mengeluarkan suaranya dan melanjutkan bacaannya. Benar-benar orang yang sangat menyebalkan. Aku masih terdiam menatapnya. Kali ini aku duduk di kursi didepannya. Menatapnya, meneliti. Siapakah orang ini ?
“Waeyo?” tanyanya
“Aniyo. Apakah kau teman lamaku?” tanyaku
“Bukan. Aku lebih tua darimu, aku yakin.” Jawabnya
“Benarkah? Cepatlah makan, aku ingin melihat wajahmu.” Ucapku
“Aku tidak akan makan jika kau ada disini.” Ucapnya sambil menaikkan novel bacaanya hingga menutupi mukanya
“Ck” ucapku sambil pergi.
Aku kembali ke counter. Sambil terus menatapnya dari sana. Ia melepaskan maskernya dna memakan strawberry pancakenya sambil mata terus tertuju pada novel. Aku heran apakah dengan kacamata hitam itu dia masih bisa membaca. Apakah ia orang penting sehingga mukanya ditutupi? Apakah dia kriminal?
Pikiranku terpotong dengan teriakan dari luar. Sekitar 15 gadis SMA teriak sambil menatapnya. Orang itupun langsung panik dan berlari menujuku.
“Tolong tutup kafenya dan larikan aku ke tempat yang aman!” pintanya
Akupun mengiyakan permintaannya karena aku takut dengan gadis-gadis itu. Aku menyuruh Daegu dan Minji untuk menutup pintu kafe. Untung saja kafeku saat itu sangat sepi sehingga pengunjung bisa keluar dari pintu samping dan mereka juga menutup pintu samping juga. Aku melarikan orang itu ke rumahku yang memang berada diatas kafe.
Sesampainya di rumah, aku segera turun dan menyuruh Minji dan Degu pulang dan menutup kafe. Setelah itu aku kembali keatas dan menutup pintu rumahku. Aku berjalan menuju jendela dan melihat bahwa semakin banyak gadis-gadis dibawah sana yang sepertinya tidak akan pergi sampai malam tiba.
“Kau siapa sih?” tanyaku
Aku memang mungkin tidak sopan. Tapi begitulah diriku. Selalu tidak sopan dihadapan orang yang lebih tua, yang tidak dikenal tentu saja. Orang itu segera membuaka masker, kacamata dan topinya.
“K..kk...Kau!” ucapku kaget.
Ya. Ternyata orang itu adalah leader dari boyband terkenal Super Junior, Park Jungsoo atau biasa dipanggil Leeteuk.
“Kenapa? Kau kaget?” tanyanya
“Ya..Tentu saja aku kaget! Mengapa tidak bilang dari dulu?” ucapku
“Apa urusanmu?”
Aku terdiam. Ya. Ini memang bukan urusanku. Aku mungkin memang keceplosan. Tapi, begitulah aku. Aku adalah orang yang secara blak-blakkan mengeluarkan pendapatku. Terkadang mungkin orang yang tidak mengenalku akan kesal dan marah. Karena memang beginilah aku. Kalau disamakan, mungkin aku sama dengan anggota Super Junior, Kim Heechul.
Sebenarnya aku tidak terlalu paham dengan Super Junior, tapi karena Mihae-Onni bekerja disana jadi ia sering mengoceh tentang Super Junior, f(x) , SHINee, dan SNSD. Juga karena Eunhyi berpacaran dengan Eunhyuk dan Yena berpacaran dengan Yesung. Karena rasa penasaranku yang memang sangat besar, maka ketika Onni selesai cerita dan pergi, aku akan segera browsing di internet melihat muka mereka. Jadi aku tahu. Dan bahkan mendownload beberapa lagu dan MV mereka agar tidak ketinggalan zaman.
“Mungkin memang bukan urusanku. Tapi kalau kau memberitahuku dari awal aku bisa menelpon Mihae Onni untuk menjemputmu!” ucapku
“Apa hubunganmu dengan Mihae?” tanyanya
“Aku sahabatnya dari kecil.” Jawabku
“Ah~” ucapnya “Jangan menelponnya! Sedetikpun jangan!”
“Waeyo?” tanyaku
“Aku leader. Aku bilang padanya kalau aku harus ke rumah sakit karena batukku yang tidak kunjung sembuh, tapi bukannya ke rumah sakit aku malah pergi ke kafemu” jawabnya
“Kenapa kau tidak ke Rumah Sakit? Kenapa malah kesini?” tanyaku memaksa
“Apa urusanmu?” tanyanya lagi
“Aish...Jjinja orang ini!” ucapku kesal
“Ya! Kau harus sopan denganku! Berapa umurmu, Nona?” tanyanya kesal
“22 tahun. Dan kau?” ucapku
“Aku sudah 29 tahun!” ucapnya
“Kalau begitu kau pantas kupanggil Ahjussi!” ucapku
“Jangan sekalipun memanggilku Ahjussi!” ucapnya kesal
“Waeyo? Masih ingin terlihat muda ha?” tanyaku menantang
“Aish...Berdebat denganmu tidak akan ada habisnya! Sekarang daripada kau terus-terusan menanyakan hal yang bukan urusanmu, lebih baik kau membantuku mencari jalan keluar bagaimana aku bisa keluar dari sini. Aku tidak mungkin tidur disini kan? Aku tidak mau melihat cewek menyebalkan macam kau seharian” ucapnya ketus
“Siapa juga yang mau menampungmu? Ya~Ahjussi, seharusnya kau berterima kasih padaku karena aku sudah mau memberimu tumpangan, jika tidak aku sudah berteriak dari jendela bahwa kau ada disini dan membiarkan fans-fans gilamu itu mengejarmu!” sahutku ketus juga
“Ah~ah~ah~ Arraseo...Mianhada. Kamsahamnida kau sudah mau memberiku tumpangan, Airi-ssi” ucapnya
“Bagaimana kau tahu namaku?” tanyaku
“Itu...” ucapnya sambil menunjuk name tag di dadaku
Aish. Ya. Aku memang bodoh. Tentu saja dari name tag ini. Aku terlalu cepat mengambil kesimpulan bahwa dia menanyakan tentangku ke Mihae Onni atau siapa saja yang melayaninya jika dia datang ke kafeku.
“Kau pikir aku sengaja menanyakannya ke Mihae supaya tahu namamu?” tanyanya blak-blakkan
“Aniyo...Err...Begini bagaimana kalau kau tunggu disini sampai para fans-fansmu menghilang?” ucapku mengalihkan pembicaraan
“Kau tahu? Fans-fansku bisa saja semalaman menungguku diluar.” Ucapnya
“Jika itu memang terjadi, berarti besok kau baru bisa keluar dari sini” jawabku
“Aish...” ucapnya sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya
Aku kasihan dengan orang ini. Dia pasti capek. Ya. Aku mendengar cerita dari Mihae-Onni kalau dia adalah member Super Junior yang paling jarang tidur. Karena tugasnya sebagai leader, dia harus mengontrol semua kegiatan member yang lain. Dan hal tersebut tentu saja membuat dia kadang hanya tidur 2 jam.
Akupun pergi ke kamarku. Berganti baju dan celana pendek dan mengambilkan Leeteuk baju dan handuk agar dia bisa berganti. Aku mencari baju yang paling kebesaran denganku. Akhirnya kutemukan baju biru muda dengan gambar bebek berpita berwarna kuning yang sangat besar di bagian dada. Mengapa aku mengambilkannya baju? Karena tadi ketika berlari, cappucino yang ia minum tumpah di bajunya. Hanya saja mungkin ia tidak sadar karena terlalu panik melarikan diri.
Aku berjalan menuju ruang tengah, melihatnya sedang duduk merangkul kedua kakinya diatas sofa. Ia menatap keseluruh ruangan.
“Ini...Mandilah dan pakai baju ini. Kau pakai boxer kan?” ucapku sambil melemparkan baju dan handuk
“Ne...Kamsahamnida” balasnya
“Kamar mandinya disitu” ucapku sambil menunjuk kamar mandi
Iapun segera menuju kamar mandi. Sedangkan sambil menunggunya, aku membuat makan malam. Ya, sekarang jam sudah menunjukkan pukul stengah 7 malam. Aku membuat nasi goreng seafood dan mendadarkan telur untuk kami berdua. Leeteuk selesai mandi ketika aku selesai memasakkan makan malam.
“Ya~ Kenapa harus baju ini?” ucapnya sambil menenteng baju putih dan celananya sambil menatap kearah bajuku yang dia pakai
Akupun tertawa. Mungkin memang tidak lucu. Hanya saja baju itu terlihat lucu dipakainya. Terlihat sangat ketat dan dia terlihat seperti laki-laki melambai yang sok imut.
“Hahahahaha...” jawabku hanya tertawa
“Ya! Jangan ketawa!” ucapnya
“Hahaha aniyo. Hanya saja kau terlihat aneh. Sini biar kucucikan bajumu di mesin cuci” ucapku mengambil baju putihnya
“Hati-hati, jangan sampai kelunturan. Aku sangat protektif dengan barangku yang berwarna putih.”
“Arasseo~” ucapku sambil berlalu
***
Aish...Sepertinya lelaki ini harus tidur disini malam ini. Pikirku ektika melihat keluar melalui jendela. Ya. Fans-fansnya masih ada disana padahal ini sudah menunjukkan pukul 10 malam. Aku menghela nafas dan membalik badan. Kulihat dia sedang menonton televisi. Acara talkshow yang bintang tamunya...Super Junior...
“Acara apa itu?” tanyaku
“Ini Strong Heart. Kami syuting minggu lalu dan ditayangkan hari ini.” Jawabnya tanpa mengalihkan pandangannya dari televisi
“Ya, aku tahu itu acara apa, maksudku, kenapa kalian bisa menjadi bintang tamunya disitu secara lengkap?” tanyaku lagi
Iapun menceritakan segalanya. Aku rasa sebenarnya dia adalah orang yang menyenangkan. Hanya saja aku belum mengenalnya makanya aku menganggapnya menyebalkan. Dia menceritakan segala hal tentang Super Junior dan hidupnya. Sampai tak terasa waktu menunjukkan pukul 12 malam.
“Aku rasa kau harus tidur. Tak baik perempuan tidur terlalu malam. Dan kulihat kau sudah berkali-kali menguap” ucapnya
“Ah~Baiklah. Mianhae kau harus tidur disini. Rumahku hanya ada 1 kamar. Sebentar aku ambilkan bantal dan selimut.” Ucapku sambil berlalu ke kamarku
Aku mengambilkannya bantal dan selimut dan meletakkannya dihadapannya di sofa. Dia menerimanya sambil tersenyum. Ya. Sikapnya sudah menghangat dibandingkan sebelumnya. Itu mungkin dikarenakan aku mau mendengarkan dan menimpali ceritanya. Sesekali kami berdebat dan hal tersebut membuat kami tertawa. Kami juga ngomongin Mihae-Onni dan kepanikannya yang memang membuat siapa saja tertawa. Dan siapa yang menyangka kalau dia adalah teman sekamar pacar Mihae-Onni, Donghae-Oppa. Aku juga membantunya mencari alasan untuk diberikan ke Mihae Onni dan member Suju lainnya mengapa dia tidak pulang. Dan apakah kau tahu alasannya? Alasannya adalah ia ketemu dengan teman lama dan menginap dirumahnya. Ya. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi kalau saja Mihae Onni tahu dia menginap disini.
Aku terbangun. Aku melihat jam dinding dikamarku. Masih menunjukkan pukul 3 pagi. Ya aku selalu terbangun pada jam segitu. Aku keluar untuk mengambil air minum. Kulihat Leeteuk sangat pulas tertidur disofaku. Mungkin dia kecapekan. Selimutnya terjatuh dari badannya. Dengan sengaja kuselimuti dia. AC diluar aku kecilkan supaya ia tidak kedinginan. Sebenarnya dia terlihat sangat manis ketika tidur. Mulutnya sedikit terbuka dan ada dengkuran kecil mengiringi nafasnya.
Setelah menyelimutinya, aku menuju jendela untuk melihat apakah fansnya masih ada disana atau tidak. Setelah kulihat ternyata fans-nya sudah pergi.Mungkin mereka menyerah karena Leeteuk tidak kunjung keluar dan menyangka dia sudah keluar melalui pintu lain.
Aku kembali menuju kamarku, menoleh sekilas, menatap wajahnya yang tertidur di sofa. Wajah manisnya yang menyita perhatianku. Ada apa ini? Mana mungkin aku jatuh cinta pada Ahjussi satu itu. Pikirku sambil menutup pintu kamar.
***
“Eh ahjussi...Ahjussi...Bangunlah, kau harus sarapan dan kembali ke dormmu” ucapku membangunkan Leeteuk
“Nggg..mmm” ucapnya sambil membalikkan badannya
“Ya~ Ahjussi...Bangunlah..Bang..kyaaa!” ucapku berteriak karena badanku ditarik kedalam pelukannya.
Kami berada dalam posisi aku berada diatasnya. Ia terbangun karena teriakkanku dan menatapku. Kami bertatapan cukup lama, sampai akhirnya panggangan roti berbunyi. Akupun refleks menarik badanku.
“Bangunlah, cuci muka lalu sarapan. Setelah itu kau boleh pergi, bukankah kau bilang kau ada schedule?” ucapku menata jantungku yang berdegup kencang
Dia berjalan menuju kamar mandi tanpa berkata sepatah katapun. Setelah itu kami sarapan dalam diam dan ia mengambil pakaian dan celananya, mengganti pakaiannya dan pergi.
***
Dia hampir setiap hari mengunjungi kafeku. Masih dengan style yang sama dan tak jarang ia menumpang tidur dirumahku karena kejaran fansnya. Aku menikmatinya,jujur. Karena memang aku sudah lama tidak pernah sedekat ini dengan lelaki. Semakin kesini kami semakin dekat. Akupun merasa bahwa dia lelaki yang baik. Kami sering bertukar cerita dan tentu saja berdebat. Diumurnya yang memang 7 tahun lebih tua dariku, dia bisa mengimbangiku. Dia bisa menjadi kakak yang hebat sekaligus adik yang sangat manis dan kurasa aku mulai menyukainya.
Suatu saat aku sedang menunggunya datang. Kali ini aku berusaha dandan secantik mungkin. Aku mengenakan dress berwarna pink soft fan sepatu sneakers putih. Aku ingin menyambutnya. Aku sangat semangat hari ini karena ia berjanji akan datang. Ya. Kami memang sering SMSan.
Kulihat dia datang dengan kemeja putih. Tapi kali ini dia tidak sendiri. Ia bersama seorang gadis yang kurasa anggota girlband SISTAR. Kalau tidak salah namanya So Yoo. Ia menggendong seorang bayi, dan dari percakapan mereka kudengar balita tersebut memanggil Leeteuk dengan sebutan Appa dan So Yoo dengan sebutan Eomma. Apa artinya ini? Apakah sebenarnya dia sudah menikah dan memiliki anak?
Hatiku hancur. Menghadapi kenyataan bahwa orang yang kusuka sudah memiliki istri. Aku ingin menangis, tapi mungkin akan memalukan karena saat ini sedang banyak pengunjung. Aku hanya diam. Saat mengantarkan makanannya aku juga hanya menunduk tanpa menatapnya. Walau aku tahu sebenarnya ia menatapku. Penuh dengan kecurigaan, bertanya dalam hati apa yang terjadi dengan diriku.
Kulihat So Yoo keluar menggendong bayi itu dan masuk kedalam mobil, sedangkan Leeteuk berjalan menujuku untuk membayar makanan.
“Airi~”, panggilnya sambil tersenyum manis
“Semuanya 8700 won, tuan” ucapku tanpa memalingkan wajahku dari mesin komputer
“Ada apa denganmu?” tanyanya sambil memberikan 9000 won padaku
“Ini kembaliannya 300 won. Terima kasih sudah kesini, silahkan datang kembali” ucapku sambik memberikan kembalian tanpa menatapnya
Ia memegang daguku untuk memaksaku menatapnya. Kulihat matanya penuh kecurigaan. Bertanya-tanya sebenarnya apa yang kupikirkan.
“Ada apa denganmu?” tanyanya lagi
“Aku ingin, kau berhenti datang kesini” ucapku menepis tangannya
“AH, tapi...” ucapnya terhenti menatapku yang sudah berbalik
Iapun pergi. Aku menatapnya dengan airmata yang sudah siap jatuh. Mungkin memang ini yang terbaik.
***
Ini sudah hari kelima. Ia tidak pernah datang lagi. Mengirimkan SMS untukku pun tidak. Jujur, sebenarnya aku sangat merindukannya. Aku sering secara refleks menatap meja yang selalu ia duduki. Tapi, nihil. Ia tidak pernah kembali.
Hari ini aku diajak pergi oleh Mihae-Onni. Ia mengajakku untuk membantunya mencari kado untuk ulang tahun Donghae-Oppa. Kami pergi selama 4 jam. Ya. Lumayan untuk membantuku melupakan Leeteuk-Oppa.
Jam menunjukkan pukul 10 malam ketika aku kembali dari jalan-jalan dengan Mihae Onni. Akupun langsung membuka pintu rumah dan menutupnya. Aku langsung menyalakan lampu dan seketika ada orang dibelakangku yang memelukku. Aku berteriak. Kaget karena rumahku kemasukan pencuri.
“Ini aku, Airi” ucap orang itu
Aku hafal suara itu. Suara Leeteuk-Oppa. Aku segera membalikkan badan dan menatap orang itu. Ya, benar, itu adalah Leeteuk oppa yang menggunakan kaos polos putih.
“Oppa...” ucapku
“Aku kangen” ucapnya
Aku hanya terdiam. Iapun mengajakku untuk duduk disofaku. Ia menceritakan semuanya.
“Airi, aku sudah tidak tahan lagi. Aku mencintaimu. Dari awal aku makan di kafemu. Aku sering memperhatikanmu. Aku senang berdebat denganmu. Mungkin masakanmu sudah menyihirku. Selama 5 hari aku pergi aku mengintropeksi diriku. Menanyakan pada diri sendiri apa salahku padamu sehingga kau tidak memperbolehkan aku kembali ke kafemu. Dan aku menyerah, Airi. Aku tidak tahu salahku. Bisakah kau memberitahuku?” ucapnya sambil memegang tanganku
“Oppa...Berhentilah bersikap seperti ini.Kau tidak boleh mencintaiku” ucapku sambil melepaskan tangannya
“Waeyo?Apa yang salah dengan perasaanku?” tanyanya bingung
“Perasaanmu tidak salah, tapi kau sudah punya istri! Aku tidak mau memiliki masalah dengan So Yoo-ssi dan anakmu” ucapku sambil menahan tangis
“Ya! Kau pikir karena umurku sudah segini aku sudah punya istri?” tanyanya sedikit kesal
“Ya. Memang. Kalau tidak, kenapa anak itu memanggilmu Appa dan SoYoo-ssi Eomma?” ucapku memandangnya penuh arti
“Kau tidak tahu Hello Baby? Aku sedang syuting!” ucapnya tambah kesal
Akupun terdiam. Aku memang tahu acara Hello Baby, tapi aku tidak tahu kalau Leeteuk-Oppa mengikuti acara itu.
“Jadi...” ucapku terpotong
“Aish, PABO! Jelas aku masih single! Aku menunggu saat yang tepat untuk menyampaikan perasaanku padamu, tau!” ucapnya sambil menoyor kepalaku
“Aku kan tidak tahu! Aku kira ahjussi sepertimu sudah memiliki istri!” ucapku kesal
“Ya!” ucapnya menarik lenganku
Ia memelukku. Mencium tengkukku dan mengelus rambutku. Lalu ia melepaskan pelukannya dan menatapku penuh arti.
“Jadilah pacarku” pintanya
Aku mengangguk.
“Berhentilah memanggilku ahjussi. Atau kau akan kupanggil ahjumma” ucapnya
“Ya~Aku bukan ahjumma!” balasku memukul dadanya
“Haha” ucapnya sambil mencium bibirku
Kami berciuman lama. Dia mengecup bibirku dengan lembut dan penuh kasih sayang. Aku sangat merasa bahagia, karena ternyata dia belum punya istri dan malam ini dia milikku sampai selamanya. Ia melepaskan ciumannya, menatapku dan berkata :
“Bolehkah aku tidur disini malam ini?”
Kurasa ia sudah tahu jawabannya
***
“Lalu apa yang terjadi ? Apakah kalian melakukan....” tanya Mihae
“Ya~ Melakukan apa?” tanya Airi
“Ituuuu...Hubungan suami istri” jawab Yena sambil menutup mulutnya
“Aniyoooo! Tidak mungkinlah! Kami hanya tidur berdua dikamar tapi tidak melakukan apa-apa! Aku masih virgin sampai sekarang!” ucap Airi
“Aish...Kukira” ucap Eunhyi
“Selanjutnya akuuuu!!” ucap Yena girang
“Ah...Kau ini senang sekali kalau disuruh menceritakan tentang dirimu dan Yesung-Oppa” ucap Eunhyi
***
Neol hanaman sarang hanika~
Aish...Ini sudah kelima kalinya aku memutar lagu It Has To Be You yang dinyayikan oleh Yesung Super Junior. Ya. Ini semua karena Mihae Onni yang bekerja sebagai staff SM Entertainment.
Waktu itu ada perayaan ulang tahun SM Entertainment dan aku bersama Airi dan Eunhyi diundang Mihae Onni untuk datang kesana. Dari situlah aku jatuh cinta pada pandangan pertama kepada seseorang bernama Kim Jongwoon atau biasa dipanggil Yesung. Dia adalah anggota Super Junior. Aku benar-benar terpana melihatnya. Benar-benar tidak bisa berpaling ketika dia sedang menyanyi.
Aku menceritakannya pada Mihae Onni. Dan kau tahu apa tanggapannya? Dia tertawa. Tertawa sangat puas dan tidak menyangka aku bisa menyukainya. Ketika aku tanya mengapa, dia hanya mengajakku menuju ruang tunggu Super Junior.
Disana aku mengikuti Mihae Onni yang memperkenalkanku sebagai editor GLAMOUROUS sekaligus sahabatnya dari kecil. Dan memang dasar Onniku yang satu itu, dia langsung saja duduk disebelah Donghae-Oppa yang memang pacarnya. Disana aku juga melihat Eunhyuk-Oppa yang sedang sibuk dengan handphonenya sambil tertawa-tawa. Pasti ia sedang SMSan dengan Eunhyi.
Sambil duduk aku memperhatikan tingkah laku Yesung secara diam-diam. Menurutku dia sangat imut. Dia tidak bisa diam, jalan sana kemari, duduk dibelakang Siwon dan memegang philtrumnya. Ketika Siwon merasa risih, ia berjalan menuju Kyuhyun dan mencubit pipinya. Kyuhyun diam saja karena dia sedang main game. Ketika bosan mecubiti pipi Kyuhyun, ia beralih memainkan rambut Leeteuk yang sedang tidur. Hingga akhirnya dia capek sendiri dan tertidur. Menurutku dia sangat manis. Kadang kelucuannya membuatku tertawa.
Ya...Mungkin aku sudah jatuh cinta pada pandangan pertama. Playlist handphone dan iPodku semua lagu-lagu yang dinyanyikan olehnya. Wallpaper handphoneku adalah fotonya. Mungkin bagi Eunhyi dan Mihae Onni, Yesung adalah orang yang aneh karena ia senang dengan sentuhan. Tapi menurutku dia sangat unik dan keunikkannya itulah yang membuat aku terpesona.
Hari ini aku sedang mengedit halaman demi halaman untuk terbitan minggu depan. Jam sudah menunjukkan pukul 1 malam dan aku masih belum selesai mengedit padahal deadline harus diserahkan besok. Ya. Sepertinya aku akan begadang lagi. Iseng aku melihat handphoneku. Sebenarnya aku sudah memiliki nomor handphone Yesung, tapi aku malu. Aku pernah mengiriminya SMS untuk memberitahunya bahwa ini adalah nomorku. Aku tak mungkin mengirimnya SMS karena aku yakin dia sudah tidur.
Iseng aku segera online account twitterku. Kulihat tweet pertama di timelineku adalah dari Yesung. Ia mempostkan bahwa ia tidak bisa tidur sekitar 3 menit yang lalu. Hmm..aku jadi ragu-ragu. Apakah aku harus mengiriminya SMS atau tidak. Kupikir tidak ada salahnya aku SMS dia duluan. Akupun segera mengiriminya SMS menyapanya. Persetanlah dengan deadline. Aku butuh vitamin penyemangat agar bisa mengerjakan semuanya.
Yesung-Oppa membalas SMSku. Rupanya ia masih ingat denganku. Kami pun SMSan hingga pukul 4 pagi. Ya, dia sudah berpamitan untuk tidur. Dan aku baru sadar kalau aku masih harus mengedit 8 halaman lagi ! Aish...Akupun melanjutkan editanku dan fokus pada pekerjaanku.
***
Aku benar-benar tidak tidur. Aku masuk kantor dengan keadaan berantakan. Kantung mataku menghitam karena editanku baru selesai pukul 7 pagi dan aku hanya tidur 1 jam karena pukul 9 pagi aku harus berangkat ke kantor.
Di kantorpun sama. Aku langsung ditagih oleh atasanku tentang editanku kemarin tanpa menungguku menarik nafas terlebih dahulu. Selain itu dia juga menugaskanku untuk mengontrol pemotretan hari ini dikarenakan dia tidak bisa datang. Ya. Begitulah atasanku. Susah untuk menolak permintaannya. Akhirnya dengan berat kuletakkan tasku di dalam ruanganku dan aku beranjak menuju lantai 5 tempat dimana pemotretan berlangsung.
Masih sepi, artis yang akan dijadikan subjek pemotretanpun belum datang. Mungkin sebentar lagi. Akupun mencoba mengusir kebosananku dengan mengambil majalah yang sudah terbit minggu lalu hingga akhirnya artis pemotretan datang.
Kedatangan mereka sangat rusuh. Mungkin karena memang aku yang tidak tidur sehingga aku lebih sensitif. Aku sangat penasaran siapakah artis yang datang. Akupun membalikkan badan. Dan kaget ! Ternyata artis yang datang adalah Super Junior KRY!Kulihat disana ada Ryeowook Oppa sedang membaca majalah. Dan tentu saja Yesung-Oppa yang sedang tertidur dibahunya Kyuhyun yang sedang memainkan PSPnya. Ash, pasti ia sangat kecapekkan karena baru tidur jam 4 tadi pagi. Akupun dengan basa-basi berjalan kearah mereka.
“Annyeonghaseyo, oppadeul” sapaku
“Ah annyeonghaseyo” ucap Ryeowok dan Kyuhyun yang refleks langsung berdiri sehingga membuat Yesung-Oppa terbangun
“Ah~annyeonghaseyo”, ucap Yesung Oppa sambil mengucek matanya
“Maafkan dia, dia kurang tidur” ucap Kyuhyun Oppa
“Ah ne..Gwaenchanayo...Mungkin setelah ini kau bisa langsung tidur Oppa.” Ucapku
“Tidak bisaaa~”ucapnya merengek
“Kami ada latihan setelah pemotretan” jelas Ryeowook
“Ah~kalau begitu, kita percepat saja pemotretannya biar Yesung-Oppa bisa istirahat walau sebentar”, ucapku
Kyuhyun dan Ryeowook memandangku penuh arti seolah-olah aku sudah mengatakan hal yang salah. Aku bingung, apa yang salah dengan kata-kataku. Namun pembicaraan kami dipotong teriakan fotografer yang akan memotret mereka.
***
“Ini,Oppa” ucapku seraya menyerahkan kopi susu kalengan
“Apa ini?”tanya Yesung
“Kopi susu, supaya kau bersemangat dan tidak terlalu mengantuk” ucapku sambil tersenyum
Iapun menerimanya sambil mengucapkan terima kasih. Ragu-ragu aku duduk disebelahnya. Saat ini sedang sesinya Ryeowook. Kyuhyun sedang bermain game di sofa yang letaknya sedikit jauh dengan kami. Habis ini gilirannya maka dia menunggu disana. Yesung Oppa sudah menyelesaikan sesi pemotretannya.
“Kau tidak mengantuk?” tanyanya
“Ngantuk sih, tapi aku sudah biasa tidak tidur”
Aku dan diapun saling berbagi cerita. Menceritakan kecapekkan pekerjaan masing-masing dan menceritakan tentang berbagai hal. Ternyata dia memang orang yang sangat menyenangkan dan pintar membuat topik.
Pemotretanpun selesai. Mereka berpamitan untuk pergi. Sebelumnya Yesung Oppa sempat bertanya apakah ia boleh mengirimkan SMS kepadaku ketika ia sedang bosan. Dan aku menjawab tentu saja. Aku senang. Sangat senang. Karena kupikir ini kesempatan yang baik. Akupun mengantarkan mereka kedepan kantor GLAMOUROUS dan melambaikan tanganku sambil menatap kepergian mereka.
***
Ini sudah 2 bulan aku dan Yesung Oppa rutin berhubungan. Kami setiap hari SMSan dan terkadang makan siang bersama. Semakin kesini aku semakin mengerti sifat Yesung Oppa yang sebenarnya.
Aku sering memberikan perhatian pada Yesung-Oppa. Bahkan pernah secara tersirat aku mengatakan kalau aku suka padanya. Memalukan memang bagi seorang perempuan kalau menyukai laki-laki duluan. Tapi, aku sudah terlanjur jatuh hati padanya.
Kami berdua memiliki tempat favorit. Aku yang menunjukkannya pada Yesung Oppa. Tempat itu adalah sebuah taman kecil yang ketikaa malam hari akan sepi. Taman itu berada tidak jauh dari rumahku. Disana ada kolam kecil yang sering terlihat bebek-bebek berenang. Pohon-pohonnya pun sangat rindang sehingga membuat orang yang masuk kedalamnya akan merasa tenang.
Hari ini aku diundang Mihae Onni untuk makan malam bersama anggota Super Junior di restoran favorit mereka. Aku datang dengan mengenakan kaus lengan panjang berwarna merah muda dengan rok putih dengan motif bunga-bunga kecil berwarna biru, merah muda, dan ungu. Rambutku yang ikal kubiarkan tergerai dengan indahnya.
Ketika sampai disana, Mereka semua sudah datang. Terlihat disana, Mihae Onni, Donghae-Oppa, Eunhyuk-Oppa, Eunhyi, Shindong, Ryeowook, Kyuhyun, Sungmin, Heechul, Leeteuk, Siwon, Yesung dan space kosong disebelahnya. Ya. Restoran ini memang menganut asas lesehan. Akupun dengan gugup duduk disebelah Yesung-Oppa.
“Akhirnya datang juga kau, Yena. Airi tidak bisa datang. Kafenya sedang penuh katanya, maklum malam minggu. Ini langsung saja makan.” Sapa Mihae Onni yang tampil cantik mengenakan dress biru donker dengan polkadot berwarna putih.
Akupun segera makan. Hidangan kali ini adalah samgyupsal, ayam panggang, dumpling dan kimchi. Aku makan dalam diam sambil memperhatikan Yesung Oppa disebelahku yang makan dengan lahap.
Memang dasar manusia. Kalau yang namanya makan pasti diam. Kami berada dalam 15 menit keheningan. Hingga akhirnya kami mengobrol dengan topik yang aneh-aneh. Mulai dari membicarakan kebiasaan Donghae Oppa, membicarakan Heechul Oppa yang kemarin marah, sampai menceritakan cerita tentang kejadian lucu mereka bersama mantan pacar mereka.
“Hahaha. Iya, Ryeowook memang parah dalam hal pacaran. Tapi lebih parah Yesung hyung lah~ Sampai sekarang aja dia ngga jelas gitu. Udah berapa perempuan yang dia SMS dan ajak keluar. Tapi ketika ditanya itu siapa dia hanya menjawab teman ngga lebih. Hahaha “ ucap Siwon sambil menuang wine ke gelasnya
Aku terkejut. Tidak menyangka dengan omongan Siwon Oppa tentang Yesung Oppa. Jangan-jangan mereka sudah tahu kalau Yesung sering pergi keluar denganku. Namun aku hanya diam dan memandang mereka penuh arti.
“Hahaha. Iya bener banget. Dia memang begitu. Masih ingat kejadiannya dengan perempuan yang bekerja sebagai pegawai bank? Mereka sudah sering keluar, sering SMSan bahkan teleponan. Tapi apa ujung-ujungnya ? Dia bilang mereka hanya berteman. Kalau aku jadi perempuan itu sih bunuh diri” ucap Heechul sambil tertawa
Akupun terdiam. Shock dan tidak menyangka. Berpikir jangan-jangan sebenarnya dia juga hanya biasa saja padaku. Membayangkan itu aku tidak bisa. Aku kira selama ini Yesung Oppa menyukaiku. Aku masih ingat sekali ia pernah mencium pipiku ketika di taman favorit kita. Jangan-jangan juga itu sebenarnya dia biasa saja.
“Ya~Aku kan tidak mau beneran ketika menyukai perempuan. Aku takut aku malah sakit hati sendiri. Jadi lebih baik dijadikan teman.” Jawab Yesung Oppa
“Ngg, Oppa...” potong Mihae Onni sambil menatapku khawatir
Aku sudah tidak tahan lagi. Semakin lama aku berada disini akan semakinsakit dan aku takut tidak bisa menahan air mataku lagi.
“Ngg, aku harus pergi. Ada deadline yang belum aku kerjakan” kataku sambil pergi dengan menunduk.
***
Disinilah aku sekarang. Duduk ditempat yang biasa aku duduki bersama Yesung-Oppa. Tempat duduk dibawah pohon dengan pemandangan kolam didepannya di taman kami, taman favorit kami sambil menangis.
Masih teringat betul dipikiranku, Yesung Oppa yang dengan bodohnya mengejar anak-anak bebek, bermain gelembung-gelembung sabun, dan mengobrol denganku hingga ia tertidur di pundakku.
Handphoneku berdering. Terlihat dari namanya, Mihae Onni. Pasti ia sangat mencemaskanku.
“Ne? Ngga apa Onni. Aku lagi di taman dekat rumah. Ya. Iya. Aku ngga bisa terus-terusan disitu, Onni. Onni taukan aku sudah seberapa dalam jatuh ke Yesung Oppa ? Iya. Iya Onni hiks. Aku ngga tau harus gimana lagi. Aku kaget, shock banget. Hiks. Ne Onni. Jangan. Onni biar disana saja temani Donghae-Oppa. Aku habis ini pulang. Besok saja aku ceritanya. Ne. Gomawo Onni. Saranghae~” ucapku sambil mengelap airmata.
“Jadi kau menyukaiku?” tanya seseorang dibelakangku
Ya. Dia adalah Yesung Oppa yang ternyata sudah dari lama berada dibelakangku. Cukup untuk mendengarkan ceritaku pada Mihae-Onni. Aku hanya terdiam. Bingung antara mau menjawab atau bagaimana. Aku malu sejujurnya. Karena ucapanku barusan ke Mihae Onni sudah jelas menjelaskan semuanya.
“Kenapa tidak bilang?” tanyanya lagi sambil duduk disebelahku
“Apa urusanmu?” jawabku ketus
“Mianhae. Tadi memang bercandaan mereka seperti itu. Mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Memang benar aku dekat dengan beberapa cewek. Aku sering mengajak mereka keluar. Tapi sebagai teman. Tidak lebih. Mereka juga tidak menyukaiku. Mereka menyukaiku sebagai teman. Untuk masalah yang pegawai bank. Hhh...Dia adik sepupuku.” Jelas Yesung Oppa
Aku bingung antara harus percaya atau tidak. Memang terlihat dari amta Yesung Oppa dia tidak bohong. Hanya saja aku takut disakiti.
“Yena~ah”
Ini pertama kalinya ia memanggil namaku secara informal.
“Jangan menangis. Aish~Jujur. Aku bukanlah orang yang pintar menyampaikan perasaanku. Aku tidak pernah berkata secara langsung kalau aku menyukaimu. Tapi...Aku menyukaimu Yena. Sangat menyukaimu.” Ucapnya sambil menutup mukanya menahan malu
“Ne?” tanyaku bingung
“Jangan buat aku mengatakannya sekali lagi. Sudah. Kita pacaran saja” ucapnya sambil menatapku
Aku hanya menangguk. Air mataku menetes lagi. Tapi kali ini bukan air mata kesedihan melainkan air mata kebahagiaan.
“Ya~jangan menangis” ucapnya
Dia pun memegang wajahku. Mengelap air mataku dan menatapku. Mendekatkan mukanya kearahku. Akupun memejamkan mata. Menunggu. Tapi bibirnya tak kunjung mendarat di bibirku. Aku membuka mata. Kulihat dia dengan asyiknya mengelus-elus philtrumku.
“Ya~” ucapku menepis tangannya sambil merajuk
“Haha” ucapnya tertawa sambil menarik wajahku dan mencium bibirku
Akhir yang sangat indah, bukan?
***
Mereka terdiam mendengar cerita Yena. Yenapun menatap mereka satu-persatu. Sedikit kecewa karena tidak ada tanggapan dari teman-temannya.
“Ya~itu ceritaku. Kenapa kalian tidak menanggapi?”tanya Yena
“Aku tidak bisa membayangkan seorang Yesung Oppa seperti itu” ucap Airi sambil mengelus elus dagunya
“Iya. Tapi, ketika kau pergi ia langsung refleks mengejarmu loh” ucap Mihae
“Iya benar itu” sambung Eunhyi
“Ya...Aku tahu. Sudah, terakhir, Kau Mihae Onni, sebelum Donghae-Oppa datang” ucap Yena
***
Aku adalah orang yang sangat selektif dalam memilih pacar. Mungkin hal ini disebabkan karena aku pernah sakit hati karena makhluk bernama laki-laki itu. Ketika aku dekat dengan seseorang, aku akan menganggap dan memperlakukan mereka seperti layaknya teman. Sehingga bisa dibilang bahwa teman laki-lakiku sangat banyak.
Hari ini adalah hari dimana tepat 3 bulan aku sudah fix menjadi pegawai tetap di SM Entertainment. Ya. Aku sekarang adalah Manajer Lapangan. Seseorang yang menjadi atasan dari Manajer-manajer artis-artis SM. Mungkin memang terlihat belum layak karena usiaku masih 21 tahun sedangkan manajer mereka umurnya berada diatasku. Namun, aku memang orang yang cerdas. Aku lulus dari perguruan tinggi pada 5 bulan lalu dan langsung bekerja di SM Entertainment. Aku menyelesaikan SMPku selama 1 setengah tahun karena aku masuk ke kelas intelektualitas. Kelas dimana 1 semester hanya 3 bulan. SMA juga aku selesaikan selama 1 setengah tahun dengan program yang sama. Maka bisa dibilang aku tergolong cerdas.
Hari ini aku berada di Woolsan. Mengikuti artis-artis SM shooting iklan merek XX. Ya mungkin aku belum begitu dekat dengan mereka. Aku hanya dekat dengan Yunho DBSK, Leeteuk SUJU, Heechul SUJU, Sungmin SUJU, Amber f(x), Krystal f(x), Tiffany SNSD, Yoona SNSD, dan Taeyon SNSD.
Saat ini benar-benar melelahkan karena matahari bersinar dengan panasnya. Dan kami berada di lapangan terbuka tanpa ada pelindung sama sekali. Ingin rasanya aku berenang di kolam air mancur ditengah taman itu tapi rasanya tidak mungkin karena aku akan dibilang orang gila.
Hari ini aku mengenakan kemeja tanpa lengan berwarna putih dan celana panjang berwarna abu-abu. Sekitar pukul 4 sore mereka selesai shooting dan akupun langsung mengajak mereka kearahku karena aku sudah menyediakan minuman penambah ion tubuh.
“Mihae-ssi”panggil seseorang
“Ne?” jawabku sambil menoleh, ternyata itu Donghae SUJU
“Ah~aniyo…Tidak jadi..” ucapnya sambil menggaruk-garuk kepalanya
“Waeyo, Donghae-ssi ? Jangan buatku penasaran” ucapku
“Ah~Aniyo..Tidak jadi…”, ucapnya sambil berlalu
Orang yang aneh. Akupun segera membereskan tempat minuman yang langsung ludes dihabiskan oleh mereka dan segera masuk ke mobil untuk langsung berangkat ke tempat latihan Super Junior yang lusa akan tampil di Music Bank.
***
Ini sudah kesekian kalinya aku menangkap Donghae menatapku. Mungkin bisa dibilang dengan tatapan aneh seakan-akan berusaha menelanjangiku. Tapi aku tidak peduli. Aku sudah biasa dipandangi seperti itu. Sudah kubilang aku memang selektif dengan urusan cowok.
Aku duduk di sudut ruangan memperhatikan Super Junior berlatih. Kalau kuperhatikan sebenarnya anggota Super Junior itu ganteng-ganteng dan sangat penyayang. Mereka peduli dengan orang-orang yang berada disekitar. Makanya tidak heran aku lebih dekat ke member Suju dibandingkan member yang lain.
Stelah 4 jam menemani mereka berlatih, aku segera kembali ke apartemenku. Ya hari ini memang sangat melelahkan dan ini sudah menunjukkan pukul 10 malam. Segera aku mandi dan membuka laptopku untuk mengurus pekerjaan.
Tiba-tiba handphoneku berbunyi. Ada SMS dari nomor yang tidak dikenal.Orang itu hanya mengucapkan selamat tidur dan ketika kutanya siapa ternyata orang itu adalah Donghae.
Akupun akhirnya SMSan dengannya sambil mengurusi pekerjaanku. Ya, kuakui dia adalah orang yang sangat perhatian. Ketika akan tidur ia mengucapkan selamat tidur dan mendoakanku. Bahkan ketika aku bangun pagi dia mengucapkan ‘Selamat pagi, selamat menjalani hari ini”. Orang yang sungguh manis. Bahkan dia menyuruhku memanggilnya Oppa.
Hari ini di kantor aku tidak bertemu dengannya sama sekali. Ini memang karena hari iniadalah jadwalku menemani SHINee. Tapi aku tetap SMSan dengannya dan aku sangat senang SMSan dengannya. Saking baiknya, ketika aku kembali ke ruanganku, kulihat diatas meja ada 2 donat dengan toping coklat dan ucapan selamat makan yang rupanya dari Donghae. Sungguh orang yang sangat baik, tapi aku masih takut dengan dekat dengan lelaki.
Ini disebabkan aku pernah tunangan dengan seseorang dan orang itu memutuskan pertunangan kami karena ia memilih gadis lain yang sekarang sudah menjadi istrinya. Semenjak saat itu, aku belum pernah pacaran dan sangat takut jika berdekatan dengan lelaki.
***
Hari ini adalah hari dimana aku tepat 4 bulan dengan Donghae-Oppa. Ya. Kuakui dia berhasil membuatku menyukainya. Dengan segala macam perhatian yang ia berikan padaku. Hari ini pula kami berjanji untuk ketemuan di restaurant favorit Suju, yang menjadi restaurant favorit kami juga jam 7 malam.
Akupun sengaja berdandan agar terlihat cantik dihadapannya. Aku mengenakan coat berwarna coklat tua dan celana hitam. Ya. Hari ini memang sudah musim dingin. Kami memang janjian pukul 7 dan ia berkata padaku untuk langsung saja menunggunya di sana karena ia akan latihan terlebih dahulu sehingga handphonenya akan ditinggal didalam tas.
Pukul 7 kurang 5 aku sudah berada disana, dan memesan jus stroberi untuk menemaniku menunggu Donghae-Oppa. Waktu terus berjalan hingga tak terasa sudah 2 jam lebih aku menunggunya. Ya…Aku maklum, dia harus mengikuti latihan karena hari ini Lee Sooman datang ke tempat latihannya. Mungkin sebentar lagi ia akan datang.
Satu jam berubah menjadi 2 jam dan 2 jam berubah menjadi 3 jam. Hingga restaurant itu tutup ia tak kunjung datang. Akupun menyerah. Aku kesal. Setidaknya walau dia sibuk, dia sempatkan untuk mengirimkan aku SMS untuk memberitahu kalau dia akan telat atau memang tidak bisa hadir. Karena kesal, kuputuskan untuk tidak langsung pulang melainkan pergi ke Sungai Han. Ya, ketika aku kesal, aku sering pergi kesini
Disinilah aku sekarang. Duduk menatap nanar air yang mengalir dan sesekali memperhatikan orang-orang pacaran yang berlalu lalang. Aku menarik nafas dan menangis. Aku kesal. Mungkin aku juga capek karena ini sudah 4 bulan kami dekat dan dia tak kunjung juga menyatakan perasaanya. Kami sudah sering jalan bareng bahkan aku pernah diajak ke Mokpo untuk bertemu dengan keluarganya. Tapi, dia tak kunjung menyatakan perasaanya. Apakah dia hanya menganggapku sebagai seorang teman?
“Pabo~” ucapku lirih sambil melemparkan kerikil kedalam sungai
“Pabo~”
“Pabo~”
‘Pabo~”
“Pabo~”
Aku terus mengucapkannya sambil melemparkan kerikil kearah sungai sampai ada orang yang memakaikan jaketnya padaku. Ketika aku menoleh, ya dia adalah Donghae-Oppa.
“Aku memang pabo~” ucapnya
“….” Aku terdiam
“Mianhae, Mihae-ah…Tadi aku masih harus latihan karena Lee Sooman menganggap power kami masih kurang. Ketika aku selesai latihan aku langsung pergi ke restaurant itu dan ternyata sudah tutup. Aku bingung karena dari tadi ponselmu tidak aktif. Hingga aku berpikir, kau pasti pergi kesini dan ternyata benar.” Jelasnya
Aku hanya diam sambil tetap menunduk menatap sungai. Aku masih kesal walau aku tahu sebenarnya ini bukan keinginannya. Tapi tetap saja aku kesal !
“Aku tahu kau marah. Kau boleh memukulku kalau kau mau. Dan aku juga tahu apa yang sudah kau ceritakan ke Sungmin-hyung” ucapnya sambil menggenggam tangan kananku
Aku terkejut. Ya, aku memang pernah cerita ke Sungmin Oppa kalau aku kesal karena Donghae-Oppa tidak kunjung menyatakan perasaannya padaku. Aku kira dia bisa jaga rahasia!
“Jangan marah pada Sungmin-hyung. Dia juga kesal padaku. Dengarkan aku Mihae. Aku memang orang yang sangat payah dalam hal percintaan. Aku suka memberikan perhatian, dan melakukan hal-hal romantis. Tapi, aku tidak bisa dalam menyatakan perasaan. Jujur aku memang nyaman bersamamu. Nyaman sekali. Bahkan bisa dibilang akulah yang duluan mendekatimu. Tapi, aku tidak bisa menyatakan perasaanku.” Jelasnya meminta perhatian dariku
Aku terkejut. Apakah ini artinya bahwa dia sebenarnya tidak memiliki perasaan apa-apa padaku ? Apakah artinya selama ini dia hanya menganggapku sebagai seorang dongsaeng?
“Tapi…” ucapnya
Akupun menoleh, dengan mata yang berlinangan air mata.
“Tapi, aku akan mencobanya. Begini. Aku dari awal sudah tertarik padamu, Mihae. Aku melihat bagaimana kau memperhatikan member, kamu tertawa, kau dekat dengan orang lain. Aku suka. Sangat suka melihat dan memperhatikanmu. Makanya aku mendekatimu. Ternyata benar. Kamu adalah orang yang selama ini aku cari. Tapi… Aku tidak mau main-main lagi Mihae. Kau tahu reputasiku diantara para wanita jelek karena mereka menganggap aku hanya mempermainkan mereka. Mendekati mereka dalam waktu singkat dan pacaran dalam waktu yang sangat singkat pula. Record terlamaku hanya 1 bulan. Aku tidak ingin kau sakit seperti mereka, Mihae. Aku ingin menjadikan dirimu yang terakhir. Makanya aku berusaha memperserius perasaanku padamu. Dan jujur, kau berhasil Mihae. Kau berhasil membuatku mencintaimu. Sekarang, bolehkah aku jadi orang yang terakhir dihidupmu, Mihae?” ucapnya panjang lebar penuh dengan keseriusan
Aku hanya terdiam. Terkejut tidak menyangka itu yang menjadikan alasannya selama ini. Mungkin aku memang jahat karena hanya memikirkan perasaanku saja tanpa menanyakan padanya apa sebenarnya alasannya. Aku tidak tahu harus berkata apa karena jujur memang aku takut tersakiti lagi.
“Aku ngga tau harus berkata apa, Oppa.” Ucapku sambil menunduk
“Jangan berkata apa-apa. Cukup anggukan saja kepalamu” jawabnya membelai kepalaku
Aku menangis terharu dan menganggukkan kepala. Akhirnya setelah sekian lama aku menunggu, orang itu tak jauh dari sekitarku. Donghae Oppa menarik daguku. Mencium bibirku dengan lembut dan melepaskannya sambil berkata :
“Saranghae~”
“Na do saranghae~” balasku
Dan diapun membawaku kedalam pelukannya
***
Mobil Audi putih berheti di depan kafe itu. Membuat 4 orang sahabat langsung menoleh kearah mobil itu. Dari dalamnya turunlah 4 orang laki-laki. Leeteuk dengan kemeja putih dan celana pendeknya keluar dari bagian kemudi, Donghae yang mengenakan polo shirt berwarna hijau lumut keluar dari samping kemudi, dan dari belakang keluarlah Eunhyuk dengan kaus berwarna hijau toska dan Yesung yang mengenakan sweater berwarna merah. Mereka segera masuk kedalam kafe dan membuat semua wanita yang lewat memandangi mereka.
“Hello my ladies” sapa Leeteuk
“Ladiees? Dies? S?” ucap Airi sedikit kesal
“Ya, memang, kalian perempuan kan?” Tanya Leeteuk tanpa rasa bersalah sambil menyedot minuman Airi
“Tapi kau menyebut My, berarti, perempuanmu banyak sekali dong?” ucap Airi sambil melipat tangan karena kesal
“Nah loh Oppa… Ngambek tuh” ucap Yena
“Ya~ walaupun gadisku banyak tapikan hanya satu yang kucintai” ucap Leeteuk sambil mengelus kepala Airi
“Ck…Gombal…Sudah ayo berangkat! Nanti kalian terlambat” ucap Mihae sambil mengambil tas dan menggandeng Donghae menuju mobil
“Aish..Mihae ini tidak tahu orang lagi kangen apa” ucap Eunhyuk sedikit kesal
“Iya tuh, dia mah enak bisa ketemu. Lah kita?” sambung Yesung
“Sabar sampai hari minggu yaa, saying” ucap Yena mengelus pipi Yesung
“Iya..Sudah kalian pergi..”, ucap Eunhyi sambil menepuk pipi Eunhyuk
“Arasseo…Nanti ku telpon kau” ucap Eunhyuk sambil berlalu
“Aku juga” ucap Yesung sambil mengikuti Eunhyuk
“Aku tidak punya pulsa, kau saja yang menelponku ya, Airi” ucap Leeteuk memelas diiringi kikikkan Yena dan Eunhyi
“Aish, kau ini! Baiklah, Sekalian nanti kubelikan pulsa” ucap Airi
“Ah~ Kau memang yang terbaik” ucap Leeteuk sambil mengecup pipi Airi dan berlalu pergi
Ya begitulah kisah mereka. Kisah yang mungkin hanya ada didunia khayalan, namun nyata bagi mereka. Kisah yang tidak akan memiliki akhir, dan selalu membawa kebahagiaan pada hidup mereka.
THE END