Gimana sih rasanya jadi orang yang udah terlanjur suka sama orang tapi tenyata orang itu menjauhi kamu dan ternyata dia sekarang dideketin sama TEMEN KAMU SENDIRI?dan ternyata TEMEN KAMU SUKA SAMA ORANG ITU
Itu yang lagi aku rasain kalau kamu tanya.
Bukan salah temenmu, Tam. Salahmu aja yang dari dulu ngga cerita.
Lagi-lagi salah aku, kan?
Boleh ngga aku benci temen ku itu?
Ngga boleh ya? Kan yang salah aku :(
Tuesday, August 30, 2011
My Fan Fict
I've posted my Fan Fict in this blog
Hope you like it ;)
Open it at Fan Fict 1-9 :)
Happy blogwalking :D
Hope you like it ;)
Open it at Fan Fict 1-9 :)
Happy blogwalking :D
Fan fict 9
Halo! Hari ini adalah hari peringatan 1 bulan aku jadian sama Donghae-Oppa. Yak betul sekali saudara-saudara. Selama ini dia mengira aku suka sama Sungmin-Oppa karena yaa aku dekat dengannya. Tapi pada hari aku hujan-hujanan, Sungmin-Oppa cerita padanya kalau aku dan Sungmin-Oppa hanyalah tteman berbisnis, dia membantuku dekat dengan Donghae-Oppa dan aku membantunya dekat dengan sepupuku AngGun. Akhirnya Donghae-Oppa yang salah sangka itu pergi ke rumahku. Tapi ketika pergi ke rumahku Onniku yang sedang panik mengatakan kalau aku pergi entah kemana padahal hujan turun dengan derasnya. Aku ditelepon tidak diangkat. Akhirnya Donghae-Oppa berjanji akan menemukanku dan kenyataannya memang menemukanku.
Hidupku? Lancar-lancar saja. Sungmin-Oppa semakin dekat dengan AngGun, WheeNa-Onni dan Kyuhyun-Oppa semakin dekat bahkan berencana akan menikah dalam waktu dekat ini. EunAi dan Taemin juga semakin dekat. Dan aku? Aku semakin jatuh cinta dengan Donghae-Oppa dan aku juga sudah dikenalkan ke Eomma dan keluarganya di Mokpo. Dan juga aku sudah mengunjungi makam ayahnya.
Mungkin memang baru sebulan. Tapi, kami berdua sangat serius dalama menjalani hubungan kami. Yaa semoga saja kami bisa bertahan sampai tua. Karena aku sudah tidak mau mencari yang lain. Cukup satu, Lee Donghae J
THE END
fan fict 8
Hujanpun turun. Kata orang, cara terbaik ketika sedang sedih adalah membiarkan diri diguyur hujan dan kesedihanpun akan menghilang seiring dengan turunnya hujan itu. Mungkin saat ini Onni dan dongsaengku sudah panik karena ini sudah menunjukkan pukul 1 malam dan hujan sangat deras. Tapi aku tidak peduli. Jujur, naru kali ini aku merasakan jatuh cinta. Ya. Donghae-Oppa adalah cinta pertamaku. Aku sangat tidak menyangka bahwa endingnya akan seperti ini.
Aku duduk di tepi sungai Han. Di tempat inilah pertama kalinya aku bertemu dengannya. Ditempat inilah aku membeli es krim dengannya. Di tempat inilah. AH! Terlalu banyak kenangan yang sudah kami lalui sehingga banyak tempat yang membuatku ingat padanya.
Eh? Apa itu? Putih-putih mengapung di sungai? Aku pun mendekat. Apa yaa kira-kira?
“MIHAE!JANGAN!”
Akupun menoleh. Itu Donghae-Oppa. Ya. Bukan mimpi. Itu Donghae-Oppa
“O..Oppa”
“Mihae jangan!” ucapnya seraya berlari memelukku
“Jangan bunuh diri! Aku ngga siap kehilangan kamu. Jangan! Maafkan aku. Aku udah salah pengertian”
“Siapa yang mau bunuh diri oppa?” ucapku seraya menarik dari pelukannya
“Jadi kau bukan mau bunuh diri?”
“Bukaaan. Aku hanya ingin melihat apa itu putih-putih yang mengapung di Sungai. Oppa mengira aku bunuh diri yaa? Ahahahahahahha”
“Nggg...nggg. ah sudahlah. Jangan pernah lagi kau pergi dari sisiku”
“Arasseo” ucapku sambil memeluknya
Fan fict 7
Tiga hari berlalu. Semenjak konser itu aku ngga pernah lagi berbicara sama Donghae-Oppa. SMSku tidak pernah ia balas, telponpun ngga pernah dia angkat. Aku hanya mendengar kabarnya dari Sungmin-Oppa. Kata Sungmin-Oppa akhir-akhir ini dia sering tidak ada di dorm.
Malam ini Kyuhyun-Oppa dan Taemin datang kerumah (Taemin SHINee adalah pacar adikku). Tentu saja mereka ngapel. Saat ini mereka berempat sedang bertanding main games di laptop masing-masing. Rasanya aku sudah tidak kuat lagi. Aku harus mencari udara segar. Aku pun bersiap untuk pergi.
“Mau kemana kamu, MiHae?” tanya Onni
Aku tidak menjawab. Rasanya untuk berbicara saja sudah malas.
“Haha paling pergi cari hiburan, Wheen, biasa lagi patah hati”, sambung Kyu-Oppa
Hrrrh memang dasar evil maknae satu itu!
“Tidak usah mencariku. Kalau capek aku pulang” ucapku seraya menutup pintu
Sekarang yang kupikirkan adalah. Kemana aku harus pergi? Kalau begini caranya aku bingung. Tahu gitu aku bawa SLRku. Yah, yaudahlah.. Aku akan berjalan sampai kaki ini capek.
Aku masih berpikir. Apa salahku pada Donghae-Oppa. Aku sudah sering meminta maaf lewat SM tapi tidak pernah dibalas sama dia. Apa erlu aku menelponnya lagi?
Lebih baik aku kirimkan SMS untuk Sungmin-Oppa saja.
Sungmin-Oppa. Terimakasih kau sudah
Begitu baik padaku. Aku mau menenangkan
Diri nih. Jangan khawatir. Aku akan mematikan
Handphoneku. Song MiHae.
Apa perlu aku kirimkan SMS untuknya sekali lagi?Tidak ada salahnya kan mencoba?
Oppa, Jeongmal mianhae :’(
Dan aku pun mematikan handphoneku
Fan fict 6
Hari-hariku semakin disibukkan dengan persiapan konser SUJU. Dan aku semakin dekat dengan Donghae-Oppa. Kami sering sekali SMSan, makan bareng, teleponan, dan kadang hanya ngobrol dengan dotemani 2 cangkir hot chocolate.
Dia sangat perhatian padaku. Selalu mengingatkan aku untuk tidak lupa makan, untuk tidak tidur malam-malam dan berbagai macam perhatian lainnya. Dan kata Sungmin-Oppa, sepertinya dia menyukaiku.
Bagaimana aku bisa dekat dengan Sungmin-Oppa?Haha. Ya tentu saja karena Donghae-Oppa. Sungmin-Oppa tiba-tiba mengirimku sebuah SMS yang mengucapkan selamat karena aku berhasil membuat Donghae-Oppa senang setiap kali pulang ke dorm. Ya. Semenjak saat itu kami sering SMSan untuk membahas tentang Donghae-Oppa. Terkadang kami juga sering makan bareng. Tentu saja Donghae-Oppa lah subyek cerita kami. Tapi akhir-akhir ini Sungmin-Oppa mulai menceritakan tentang dirinya. Ya. Dia sedang jatuh cinta. Bukan. Bukan denganku. Tapi dengan sepupuku Song Ang Gun. Jadi sekalian timbal balik gitu haha.
Hari yang dinanti pun tiba. Saatnya konser itu diadakan. Tentu saja aku deg-degan. Ini kali pertamanya aku mengurus sebuah event yang sangat besar. Tapi aku percaya dengan semua usaha keras selama ini, pasti hasil yang tercapai nanti akan sangat baik.
Karena aku seorang EO yang baik, kubelikan Oppadeul minuman penambah energi supaya mereka semua semangat.
“Sungmin-Oppa! Ini kuberikan untukmu. Ayo Hwaiting!”
“Gomawo, MiHae.Masih sisa satu itu untuk siapa?”
“Untuk Donghae-Oppa. Apakah kau melihatnya. Akhir-akhir ini aku merasa dia menghindariku. Dia tak menjawab telponku. Kalau di SMS jawabnya singkat-singkat.”
“Iyakah? Tadi aku melihatnya. Yaa aku sadar dia juga akhir-akhir ini sedikit temperamen dari biasanya. Apalagi sama aku. Udah seperti singa melihat mangsanya”
“Apa dia sedang ada masalah?”
“Ngg, gatau. Eh itu dia! Sana kau berikan!”
Aku menoleh. Aku melihat Donghae-Oppa sedang keluar ari ruang ganti. Akupun segera menyusulnya. AH, dia terlihat sangat ganteng hari ini. Yaa menurutku sih dia selalu ganteng. Haha
“Donghae-Oppa!”
Tidak ada jawaban
“Donghae-Oppa”
Tidak ada jawaban. Ih, kenapa sih dia? Aku pun berlari nan menepuk pundaknya
“Donghae-Oppa. Aku punya ini untukmu. Semoga sukses yaa hari ini? Hwaiting!”
Dia menatapku. Sangat dingin. Bukan seperti Donghae-Oppa yang biasanya. Ada apa ini? Apakah aku melakukan kesalahan?
“Lebih baik kau menjauh dariku mulai dari sekarang.”
Deg. Ada apa ini? Kenapa tiba-tiba seperti ini? Apa yang telah aku lakukan?
“Apakah aku melakukan sebuah kesalahan, Oppa?”
“Aniyo. Aku cuma ingin kau menjauh dariku” ucapnya sambil berlalu pergi.
Ada apa ini? Aku merasa tidak melakukan kesalahan. Tapi kenapa begini? Aku memang sudah merasa dia menjauhiku semenjak latihan 5 hari yang lalu. Waktu itu latihan seperti biasa dan aku memang selalu datang ketika mereka berlatih. Saat sedang istirahat, aku ngobrol dengan Sungmin-Oppa dia sangat senang karena Ang Gun membalas SMSnya. Jadi aku memang sama sekali tidak ngobrol dengan Donghae-Oppa. Tapi, masa karena hal itu saja? Pasti ada yang lebih mendalam lagi.
Selama konser itu Donghae-Oppa sama sekali tidak menyapaku. Melihatpun tidak. Rasanya aku pengen nangis tapi tidak bisa karena aku harus profesional. Aku bingung haus bagaimana. Aku kirimkan SMS tidak dibalas olehnya.
Apa aku harus menyerah dan mengikuti kemauannya?
Fan fict 5
And i know this much is true
Baby you has become my addiction
I’m so string guard on you
I can’t barely move
But i like it
And it’s all because of you
And it’s all because of you
Never get enough
She’s the sweetest drugs
She’s the sweetes drugs
Plok plok plok...
Wow. Ngga kusangka suaranya Donghae-Oppa bagus sekali. Mana dia menyanyikan lagu kesukaanku lagi. Astaga aku sempat ngga berkedip melihatnya.
“Bagaimana, MiHae? Ada yang kurang?”
“Ngg, aniyo, Oppa. Oppa keren!”
“Haha. Gomawo” ucapnya tersenyum
Eh. Ada apa ini? Kenapa aku jadi deg-degan seperti ini?Aduuuh manis sekali senyumnya. Huh.
Rekaman suara Donghae-Oppa adalah yang terakhir untuk hari ini. Akhirnya. Kami sudah rekaman tanpa henti dari jam 5 pagi sampai ini jam 8 malam. Oppadeul yang lainnya udah kembali semua. Ada yang kembali ke dorm mereka ada yang melanjutkan aktifitas lainnya. Jadi yaa tinggal Donghae-Oppa yang katanya Hyukjae-Oppa “Si Artis yang Bebas Pada Pukul 10-12 malam” haha.
“Habis ini kau mau kemana, MiHae?”
“Ngg, mau naruh data ini di kantor sehabis itu ngga ada acara. Waeyo, Oppa?”
“Habis itu free? Ayo temani aku!”
“Kemana, Oppa?”
“Makan, ngobrol, pokoknya melakukan sesuatu sampai Teukie-Hyung pulang”
“Haha. Arasseo.Kita ke kantor dulu ya tapi?”
“Ne. Hmm, MiHae”
“Ne?”
“Pakai mobilmu ya? Aku kan ngga bisa nyetir jadi kemana-mana minta antar-jemput manager.”
“Mwo?!Kau tidak bisa menyetir, Oppa?hahahaha”
“SSSST!! Jangan keras-keras. Iya aku tidak bisa menyetir. Biar sekarang aku SMS managerku untuk tidak usah menjemputku”
“Hahaha arasseo arasseo”
Subscribe to:
Comments (Atom)